Warisan Nanik S Deyang: Reformasi Birokrasi BGN dan Tata Kelola MBG
Warisan Nanik S Deyang: Reformasi BGN dan MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatannya karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Dalam pernyataan di akun Facebook pribadinya, ia meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan menyatakan telah membongkar sejumlah masalah serta memberikan warisan reformasi birokrasi di BGN dan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

Reformasi Birokrasi dan Pergantian Pejabat

Nanik mengganti lima pejabat eselon satu yang berasal dari Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenkeu, BPKP, dan Kejaksaan. Ia berharap BGN lebih berintegritas dan profesional dengan diisi oleh ahli di bidangnya. Lima pejabat baru tersebut adalah Lili Khamiliyah (Sekretaris Utama), Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea (Deputi Sistem dan Tata Kelola), Zainuri (Deputi Penyediaan dan Penyaluran), Mariman Darto (Deputi Promosi dan Kerja Sama), serta Ketut Sumedana (Deputi Pemantauan dan Pengawasan).

Evaluasi dan Efisiensi Program MBG

Nanik membentuk 11 tim untuk reformasi total BGN, termasuk tim refocusing untuk memastikan 62 juta lebih penerima manfaat MBG tepat sasaran. "Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui dan Bumil), anak-anak SD-SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar)," ujar Nanik. Ia juga mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, dan menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh. Sebanyak 414 SPPG bermasalah ditemukan, sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara. Tim evaluasi dibentuk untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional guna memastikan kepatuhan terhadap petunjuk teknis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

MBG Bukan Program Politis

Meski mundur, Nanik menegaskan dukungannya terhadap program MBG. Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, bukan kepentingan politik. "Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos," ujarnya. Ia mengajak semua pihak mendukung program MBG demi kebaikan anak-anak dan perekonomian daerah. "Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah," tutup Nanik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga