Pakar Puji Operasi Ketupat 2026: Bukti Efektivitas Model Multi Helix Kolaboratif
Operasi Ketupat 2026: Bukti Efektivitas Model Multi Helix

Pakar Puji Operasi Ketupat 2026: Bukti Efektivitas Model 'Multi Helix' Kolaboratif

Pakar kebijakan publik memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dalam mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Keberhasilan operasi kemanusiaan ini dianggap sebagai bukti nyata dari sinergi dan kolaborasi lintas sektoral yang efektif, yang melibatkan berbagai aktor dari pemerintah hingga masyarakat.

Model Tata Kelola Kolaboratif Multi Helix

Prof Andy Fefta Wijaya, pakar kebijakan publik dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB), menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 di tingkat nasional tidak terlepas dari penerapan model tata kelola kolaboratif yang terintegrasi lintas sektor. Menurutnya, pendekatan konvensional yang berbasis koordinasi administratif dan sektoral sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi kompleksitas mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.

"Kolaborasi Governance Multi Helix merupakan pendekatan tata kelola yang mengintegrasikan aktor negara dan non-negara dalam suatu ekosistem kebijakan berbasis shared decision-making, guna merespons kompleksitas permasalahan publik yang tidak dapat diselesaikan secara sektoral," ujar Prof Andy.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menjelaskan bahwa dalam konteks Operasi Ketupat 2026, konsep ini terefleksikan melalui keterlibatan berbagai aktor secara simultan dan saling terintegrasi, meliputi:

  • Pemerintah: Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah
  • Sektor bisnis: operator transportasi, pengelola jalan tol, penyedia energi
  • Masyarakat, akademisi, dan media

Integrasi Data dan Sistem Kendali Terpadu

Prof Andy menambahkan bahwa tantangan utama selama ini adalah ego sektoral dan fragmentasi data antar lembaga. Namun, dalam Operasi Ketupat 2026, mulai terlihat adanya integrasi sistem, kesamaan visi, dan pembagian peran yang lebih jelas. Penguatan integrasi data nasional, sistem kendali terpadu, serta pengelolaan berbasis koridor wilayah menjadi faktor penting yang memperkuat implementasi model tersebut di lapangan.

"Ini menjadi bukti bahwa pendekatan Multi Helix bukan hanya konseptual, tetapi aplikatif dan terbukti efektif," jelasnya.

Penurunan Angka Fatalitas Lalu Lintas

Polri secara resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3), dengan mencatatkan keberhasilan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas di jalan raya. Berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan balik tahun ini mengalami penurunan signifikan sebesar 30,41 persen, dengan total 104 orang. Total kejadian kecelakaan lalu lintas secara nasional juga menunjukkan penurunan sebesar 5,31 persen atau berkurang 153 kejadian dibandingkan tahun lalu.

Keberhasilan ini merupakan buah dari penerapan rekayasa lalu lintas yang terukur, seperti One Way Nasional hingga One Way Sepenggal Presisi. Selain itu, penggunaan teknologi modern seperti ETLE Patrol Presisi, Command Center Mobile, dan Body Cam turut mendukung pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Sinergitas dan Pelayanan Humanis

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas di lapangan yang bekerja keras mengamankan arus mudik dan balik 2026. Dia juga mengapresiasi sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder dalam mewujudkan mudik aman dan nyaman sesuai tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.

Ke depan, Prof Andy menilai bahwa Kolaborasi Governance Plus Multi Helix dapat menjadi model tata kelola nasional dalam berbagai sektor strategis lainnya, terutama dalam menghadapi permasalahan publik yang bersifat kompleks dan lintas batas kewenangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga