Mundur dari Kepala BGN, Nanik Sebut MBG Program Mulia
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Sebut MBG Program Mulia

Belum genap dua bulan dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang menyatakan mundur dari jabatannya. Meski tak lagi menjabat, dirinya tetap berkomitmen mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik Sudaryati Deyang menyatakan mundur dari jabatan Kepala BGN melalui pernyataan di media sosial resminya hari ini, Rabu (22/7/2026), karena alasan kesehatan.

Nanik Bantah Tudingan Politis Program MBG

Nanik menegaskan, dirinya tahu persis Program MBG digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan sebagian masyarakat. Dirinya yakin, MBG merupakan program intervensi gizi anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan menjaga kesehatan mereka.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi 2029, mereka belum nyoblos. Jadi, kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima Program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," ungkap Nanik, seperti dikutip dari laman media sosialnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Ekonomi Program MBG

Nanik juga menegaskan, efek ganda dari Program MBG juga bisa menggerakkan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat dengan banyaknya serapan dari petani dan peternak lokal. "Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh," katanya.

Ia menegaskan, meski hanya menjabat sebagai Kepala BGN selama kurang dari dua bulan, dirinya sudah meletakkan dasar-dasar untuk perbaikan ke depan Program MBG, termasuk mengganti pejabat eselon 1 di lingkungan BGN.

Mundur karena Alasan Kesehatan

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengkonfirmasi mundurnya Nanik dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan. "Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza.

Dia mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah membongkar berbagai persoalan dan meletakkan sejumlah fondasi reformasi. Beberapa langkah yang dilakukan Nanik antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga