Lurah Paya Pasir, Medan, Syerly, akhirnya angkat bicara dan meminta maaf setelah videonya mengejek seorang warga yang sedang menyampaikan keluhan tentang lampu penerangan jalan umum (LPJU) kepada Wali Kota Medan Rico Waas menjadi viral di media sosial.
Kronologi Video Viral
Video tersebut memperlihatkan Wali Kota Medan Rico Waas bersama rombongan meninjau perbaikan jalan di Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Seorang warga bernama Ulfa menyampaikan keresahannya soal keamanan di jalan itu karena minim penerangan. Ia mengaku mengeluarkan uang pribadi untuk membeli dan memasang empat tiang lampu jalan.
"Pak nanti izin pasang lampu ya pak. Gelap kali soalnya pak. Banyak kali di sini begal. Ini empat tiang (lampu) saya pasang sendiri pakai duit pribadi," ucap warga tersebut dalam video yang beredar.
Namun, Lurah Syerly yang berdiri di samping Rico langsung merespons dengan tertawa dan berkata, "Cie curhat dia," sambil terus tertawa. Ucapan itu langsung menuai kecaman dari warganet yang menilainya sebagai ejekan tidak pantas terhadap aspirasi warga.
Permintaan Maaf Lurah
Menanggapi viralnya video tersebut, Syerly meminta maaf secara terbuka. Ia mengklaim ucapan itu terjadi secara spontan karena kedekatannya dengan warga yang bersangkutan.
"Saya memohon maaf kepada publik karena itu murni karena spontanitas saya. Karena saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa, dan sebaliknya Ibu Ulfa pun demikian kepada saya, jadi terucap begitu saja," ujar Syerly, mengutip detikcom, Rabu (29/7).
Syerly menambahkan bahwa dirinya sudah lama mengenal Ulfa dan bahkan memiliki hubungan keluarga. Ia juga menyebut bahwa sebelum Wali Kota datang, Ulfa sempat bertanya kepadanya soal jam kedatangan Rico Waas.
"Saya sama si Ulfa ini sudah lama mengenal dan kita pun ada juga terkait dengan keluarga. Tiap harinya pun kita sering ketemu sapa. Bahkan waktu Pak Wali datang pun dia pun bertanya sama saya, 'Bu, jam berapa, Bu, Pak Wali datang?', 'Sebentar lagi, ini lagi di jalan', sebelum Pak Wali datang," jelasnya.
Menurut Syerly, terkait keluhan warga soal lampu jalan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Medan sejak tahun lalu, sehingga masalah tersebut sebenarnya sudah dalam proses penanganan.
Proses Pemeriksaan Inspektorat
Syerly membenarkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Inspektorat Kota Medan untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Namun, ia enggan membeberkan detail pemeriksaan.
"Benar saya sudah dipanggil Inspektorat kemarin, tapi terkait detailnya saya rasa itu internal dari pihak inspektorat yang berwenang menjelaskan," tutupnya.
Tanggapan Wali Kota Medan
Wali Kota Medan Rico Waas masih belum memberikan sikap tegas terkait dorongan pencopotan Syerly dari jabatannya sebagai lurah. Ia menegaskan bahwa keputusan akan bergantung pada hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung.
"Sedang dalam proses di Inspektur dan kita tunggu prosesnya," ujar Rico.
Sebelumnya, warganet ramai mendesak Wali Kota Medan untuk memecat lurah tersebut setelah video ejekan viral. Insiden ini menjadi sorotan karena mencederai semangat pelayanan publik yang seharusnya responsif terhadap keluhan warga.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi aparatur pemerintah daerah untuk menjaga etika komunikasi dengan masyarakat, terutama dalam situasi formal seperti kunjungan kerja pejabat daerah.



