Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) banyak langsung diminta bekerja oleh kepala daerah di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka IPDN dalam rangka Program Wisuda Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan, dan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor.
Permintaan Tinggi dari Kepala Daerah
"Banyak kepala daerah yang sudah request lulusan IPDN," kata Tito dikutip dari laman resmi IPDN, Rabu (29/7/2026). Menurutnya, fenomena ini menunjukkan bahwa lulusan IPDN memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah.
Alasan Lulusan IPDN Banyak Dicari
Tito menjelaskan bahwa mahasiswa IPDN tidak hanya belajar teori akademik, tetapi juga dibekali keterampilan praktis di bidang pemerintahan. Kurikulum IPDN dirancang untuk menghasilkan aparatur sipil negara yang siap terjun ke lapangan, dengan pendidikan karakter dan pelatihan kepemimpinan yang intensif.
Pendidikan yang Holistik
Selain materi perkuliahan, para taruna IPDN menjalani pendidikan kedisiplinan, etika, dan pengabdian masyarakat. Hal ini membuat mereka lebih adaptif terhadap kebutuhan spesifik setiap daerah. "Kami tidak hanya mencetak sarjana, tetapi pemimpin masa depan," ujar Tito dalam sambutannya.
Dampak bagi Pemerintahan Daerah
Kehadiran lulusan IPDN di berbagai daerah dinilai mampu memperkuat birokrasi dan pelayanan publik. Kepala daerah yang membutuhkan tenaga profesional di bidang administrasi pemerintahan kerap menjadikan IPDN sebagai prioritas rekrutmen. Acara wisuda kali ini melibatkan ratusan lulusan dari berbagai jenjang, mulai dari sarjana terapan hingga doktor, yang siap mengabdi di seluruh Indonesia.



