Lurah di Medan Klarifikasi 'Cie Curhat': Tak Ada Ucapan 'Bah', Terbawa Angin
Lurah Medan: 'Cie Curhat' Bukan Ejekan, Terbawa Angin

Medan - Lurah Paya Pasir, Syerly, memberikan klarifikasi terkait videonya yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia diduga mengejek warga yang mengeluhkan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) kepada Wali Kota Medan Rico Waas. Syerly menegaskan bahwa dirinya tidak mengucapkan kata 'bah' saat menyebut 'cie curhat', melainkan hanya spontanitas karena mengenal warga tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi pada 22 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, saat Wali Kota Medan meninjau pembangunan jalan di Jalan Takenaka. Syerly mendampingi sang wali kota. Ketika akan pulang, seorang warga bernama Ulfa mendekat dan meminta bantuan bola lampu untuk penerangan jalan. Menurut Syerly, Jalan Takenaka memang minim penerangan dan hanya terdapat dua rumah warga. Sisanya adalah gudang dan tambak.

"Jadi untuk pelaporan bola lampu itu udah pernah kita laporkan ke Dishub setahun yang lalu. Jadi si Ulfa ini langsung curhat meminta sama Pak Rico atas bola lampu yang mana bola lampu itu sudah didahulukannya pakai dananya sendiri," ungkap Syerly saat ditemui di kantornya, Kamis (30/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Klarifikasi Ucapan 'Bah'

Syerly membantah mengucapkan kata 'bah' yang terdengar dalam video viral. Ia menduga suara tersebut berasal dari angin pesisir karena lokasi dekat laut. "Enggak ada (bilang 'bah') kayaknya terbawa angin. Karena kan belakangnya ini udah laut. Saya cuma bilang, 'Cie, curhat nih ye.' Boleh lihat di ekspresi video saya itu. Kalau kita yang ekspresi itu yang marah itu kan, 'Hih, curhat ye,' kan gitu, kan? Ini kan saya kan senyum, 'Cie, curhat nih ye,' karena memang spontanitas," jelasnya.

Ia menambahkan, ucapannya tersebut murni karena merasa dekat dengan warga. Sebagai mantan Lurah Terjun, Kecamatan Medan Marelan, ia sudah mengenal Ulfa. "Saya bilang seperti itu karena kita tadi kenal sama dia. Maksudnya tuh bahwa si masyarakat ini tadi memang benar dia jadi juga dia curhat sama Pak Wali. … Jadi saya memang bilang, 'Cie, curhat nih ye,' itu memang betul-betul spontanitas. Refleks. Enggak ada rekayasa," ucapnya.

Kondisi dan Upaya Sebelumnya

Jalan Takenaka merupakan akses masyarakat yang biasa digunakan untuk ke sekolah dan bekerja, namun minim penerangan. Syerly mengaku pihak kelurahan sudah pernah melaporkan permohonan lampu ke Dinas Perhubungan setahun sebelumnya. Hingga videonya viral, belum ada tindak lanjut. "Karena memang cuma ada dua rumah, dan sunyi di jalan itu, jadi wajar juga beliau itu minta penerangan. Tapi kita sebagai Kelurahan sudah pernah bermohon minta ke Dishub," katanya.

Warga Ulfa mengaku sudah membeli bola lampu sendiri untuk penerangan, sehingga ia meminta bantuan kepada wali kota. Insiden itu terekam dan menyebar di media sosial, menuai beragam reaksi. Syerly pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga