Kawal KDKMP, Kemendes Bareng 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional
Kawal KDKMP, Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes) bersama 10 asosiasi desa menggelar Seminar Nasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Kamis (16/7/2026) di Jakarta. Acara ini diinisiasi untuk mengawal visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi kerakyatan dari tingkat desa.

Tujuan Seminar: Bangun Kesepahaman dan Kebersamaan

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjelaskan bahwa acara ini berawal dari diskusi Kemendes bersama 10 asosiasi desa. Tujuannya adalah mengawal secara bersama-sama program Koperasi Desa Merah Putih. "Karena fokusnya ada di desa, program ini adalah cita-cita yang keenam, jabaran 12 Aksi Bangun Desa. Dari 12 Aksi Bangun Desa itu ada memang Koperasi Desa Merah Putih. Maka seminar nasional ini akan memberikan gambaran yang utuh," ujar Yandri dalam seminar tersebut.

Yandri melanjutkan bahwa melalui acara ini, Kemendes ingin membangun kesepahaman, kekompakan, dan kebersamaan untuk mensukseskan KDKMP. "Insyaallah melalui seminar kali ini, kita ingin membangun sekali lagi kesepahaman. Kemudian kekompakan, kebersamaan. Karena kami di Kementerian Desa tentu ingin sekali program ini benar-benar sukses dan berhasil karena dia menggunakan dana desa," imbuhnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komitmen Asosiasi Desa untuk Percepatan Realisasi

Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, A. Anwar Sadat, menegaskan bahwa seminar ini merupakan wujud komitmen asosiasi desa untuk mempercepat realisasi program tersebut di lapangan. "Seminar nasional dari KDKMP ini memang inisiatornya para asosiasi desa yang tergabung di forum organisasi desa Indonesia. Ada sebanyak 10 asosiasi desa dan kami sepakat ingin memberikan sebuah akselerasi terkait pembangunan-pembangunan KDKMP di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia agar apa yang menjadi visi besar bapak presiden terkait kerangka ekonomi yang diletakkan pada kerangka dasar ekonomi desa yang berkelanjutan dan tentunya memperhatikan aspek ekonomi, sosial, budaya, sumber daya manusia, potensi alam," papar Anwar.

Menurut Anwar, aparat desa harus mengambil peran aktif sebagai pengawal dan pelopor berdirinya KDKMP. Langkah ini dinilai mutlak agar ekonomi desa yang mandiri dan berkeadilan bisa segera terwujud. "Ini langkah yang saya kira desa harus menjadi pelopor juga pengawal agar keberadaan KDKMP ini betul-betul bisa terealisasi di seluruh Indonesia, di desa dan kelurahan agar tercipta perekonomian desa yang betul-betul mandiri, adil dan sejahtera," tegasnya.

Harapan ke Depan: Dongkrak Kesejahteraan Warga Desa

Ke depan, KDKMP diharapkan mampu menyerap potensi alam dan mendongkrak kesejahteraan warga desa secara nyata. "Harapan besarnya adalah membangun produktivitas, baik dari sisi mindset pemikiran maupun gaya hidup, juga produktivitas kaitan potensi alam, baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, yang tentunya ketika pasar, ketika uang ini diberikan yang seluas-luasnya untuk warga desa, mendekatkan pelayanan dan perekonomian desa yang sehingga masyarakat desa mempunyai harapan dan masa depan membangun optimisme bagaimana desa menjadi garda terdepan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya, pendidikan, kesehatan dan yang lainnya," pungkas Anwar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga