Jabar Tertinggi Akta Kelahiran, Jatim Terbanyak Akta Kematian
Jabar Tertinggi Akta Kelahiran, Jatim Terbanyak Kematian

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat Provinsi Jawa Barat sebagai daerah dengan penerbitan akta kelahiran tertinggi pada semester I 2026. Sebaliknya, Jawa Timur mencatatkan jumlah penerbitan akta kematian terbanyak sepanjang Januari hingga Juni 2026. Data ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Jawa Barat Puncaki Penerbitan Akta Kelahiran

Jawa Barat tercatat menerbitkan 177.527 akta kelahiran selama semester I 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional, disusul Jawa Timur dengan 140.078 akta kelahiran, dan Jawa Tengah sekitar 136.000 akta kelahiran. Teguh mengungkapkan bahwa lima provinsi dengan angka kelahiran tertinggi adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan wilayah kabupaten dan kota, penerbitan akta kelahiran tertinggi tercatat di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Surabaya, Kabupaten Bekasi, dan Kota Tangerang. Teguh mengapresiasi tingginya penerbitan akta kelahiran di sejumlah daerah tersebut. Ia berharap pelayanan administrasi kependudukan dapat terus ditingkatkan agar setiap anak memperoleh identitas kependudukan dan akses terhadap berbagai layanan publik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Akta Kelahiran untuk Identitas dan Layanan Publik

Menurut Teguh, akta kelahiran menjadi dokumen dasar yang penting untuk memperoleh identitas serta mengakses layanan pendidikan dan pelayanan publik lainnya. "Akta kelahiran adalah dasar aksi sipil atas identitas, pendidikan, dan layanan. Dengan akta lahir, dia akan dapat KIA. Di dalam KIA (Kartu Identitas Anak) ada NIK. Dengan adanya NIK, dia mendapatkan pelayanan publik yang lebih baik lagi," ucapnya. "Jadi ini penting sekali, dan saya terima kasih untuk daerah-daerah yang terus menekankan pada akta lahir, KIA, dan sebagainya," sambungnya.

Jawa Timur Catat Akta Kematian Terbanyak

Sementara itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penerbitan akta kematian tertinggi pada semester I 2026, yakni sebanyak 232.285 akta. Jawa Tengah berada di urutan kedua dengan 195.953 akta kematian, disusul Jawa Barat sebanyak 163.297 akta. Selanjutnya, Sumatera Barat mencatatkan 52.668 akta kematian dan DKI Jakarta sebanyak 45.975 akta. "Dan untuk akta kematian, kabupaten/kota adalah Jember, Kabupaten Bogor, kemudian Kabupaten Malang, Kota Surabaya, dan Jakarta Timur," jelas Teguh.

Jumlah Penduduk Indonesia Meningkat

Adapun jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data Ditjen Dukcapil Kemendagri pada semester I 2026 mencapai 290.125.073 jiwa. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,8 juta jiwa dibandingkan data semester II 2025 yang tercatat sebanyak 288,3 juta jiwa. "Ini mengalami peningkatan kurang lebih 1,8 juta dibandingkan dengan semester II tahun 2025 yang jumlahnya waktu itu adalah 288,3 juta," ujar Teguh. Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni sekitar 52,2 juta jiwa. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan jumlah penduduk sekitar 42,2 juta jiwa. "Yang terbanyak masih di Provinsi Jawa Barat, 52,2 juta jiwa penduduk Jawa Barat, jumlah penduduk terbesar di provinsi. Nomor dua adalah Jawa Timur, 42,2 juta," sambungnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga