Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang berharga dengan bakat dan keunikan masing-masing. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).
Setiap Siswa Istimewa dengan Bakatnya Sendiri
Gus Ipul menyampaikan optimismenya terhadap potensi setiap murid. "Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga karena memiliki keunikannya sendiri, setiap siswa memiliki jeniusnya sendiri, dan setiap siswa memiliki talent-nya sendiri sebagai bagian daripada pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).
Ia berpesan kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk bekerja dengan empati dan penuh kasih sayang. "Para kepala sekolah dampingi dengan baik, para guru dan wali asrama, wali asuh didik mereka sesuai dengan kapasitas mereka, dengan kemampuan mereka. Dampingi dengan empati, dengan kasih sayang karena sesungguhnya siswa Sekolah Rakyat adalah siswa-siswa istimewa titipan Tuhan Yang Maha Kuasa," pesan Gus Ipul. Ia menambahkan, "Siswa Sekolah Rakyat adalah titipan dari negara. Untuk itu, kerjakan dengan baik, dampingi dengan baik."
Jalur Pendidikan dan Pelatihan bagi Lulusan
Gus Ipul menjelaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya di sekolah yang sama. Murid berprestasi akan diarahkan ke Sekolah Garuda. Sementara itu, lulusan SMA memiliki dua opsi: melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengikuti pelatihan kerja terampil. "Lebih-lebih kalau ingin jadi pekerja terampil di luar negeri. Disiapkan, diperkuat bahasanya. Jadi nanti lulusannya seperti ini, tidak boleh lulus SMA berhenti. Mau kuliah atau mau menjadi pekerja terampil," jelasnya.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyatakan dukungannya. Pemerintah Kabupaten Sragen akan menyiapkan fasilitas khusus bagi lulusan SMA dari keluarga tidak mampu untuk masuk sekolah kedinasan, sehingga kelak bisa bekerja di lingkungan pemerintahan. "Kami di Pemerintah Kabupaten Sragen sudah mendiskusikan bahwa anak-anak dari keluarga yang tidak mampu nanti akan kami (sediakan) kursus khusus untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah ikatan kedinasan," ungkap Sigit. Ia optimistis Sekolah Rakyat akan melahirkan pemimpin masa depan. "Saya yakin juga suatu saat kelak akan ada menteri yang lahir dari (lulusan) Sekolah Rakyat," tuturnya.



