Kemendikdasmen Paparkan Capaian Program Prioritas Pendidikan di Daerah 3T
Capaian Program Prioritas Pendidikan di Daerah 3T

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memaparkan capaian program prioritas pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pendidikan bermutu merupakan hak warga negara dan kunci pembangunan bangsa sesuai amanat UUD 1945. Komitmen ini dijabarkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 sebagai peta jalan pembangunan nasional.

Program Prioritas Pendidikan di Daerah 3T

Selaras dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan menjadi prioritas pembangunan. Kemendikdasmen menjalankan berbagai program prioritas untuk mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, dengan fokus pada pemerataan akses pendidikan di daerah 3T.

Bantuan Pendidikan (PIP dan ADEM)

Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan mencegah putus sekolah bagi murid dari keluarga miskin atau rentan miskin. Pada tahun 2025, realisasi PIP di daerah 3T mencapai lebih dari 19 juta murid dengan anggaran terserap hampir 100%. Pemerintah juga menggalakkan program wajib belajar 13 tahun, termasuk perluasan PIP untuk jenjang PAUD yang direncanakan mulai tahun ajaran 2026/2027. Perluasan ini mendukung program Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun, mencakup 1 tahun pendidikan prasekolah serta 12 tahun pendidikan dasar dan menengah. PIP jenjang PAUD memberikan bantuan pembiayaan bagi peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin. Mulai tahun 2025, data penerima beralih dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE/DTSEN) untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menargetkan Orang Asli Papua (OAP), daerah khusus, dan anak pekerja migran. Pada tahun 2026, harga satuan bantuan ini direncanakan naik menjadi Rp 2,2 juta hingga Rp 2,3 juta per bulan per siswa.

Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Pemerintah memberikan berbagai tunjangan seperti Tunjangan Profesi (TPG), Tunjangan Khusus (TKG) bagi guru di daerah khusus, dan Insentif bagi guru non-ASN. Ada pula program pemenuhan kualifikasi akademik S-1/D-4 bagi guru, dengan target penyelesaian pada 2029. Presiden Prabowo Subianto menyatakan, bantuan uang tunai sebesar Rp 3 juta per semester diberikan untuk kuliah guru. Manfaat TKG dirasakan oleh Lenie, seorang guru di wilayah 3T di Kalimantan. Lenie menggunakan TKG untuk mengikuti pelatihan daring, membeli buku penunjang, dan meningkatkan akses teknologi pendidikan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti, serta berharap program ini terus berlanjut.

Revitalisasi Satuan Pendidikan

Program revitalisasi mencakup rehabilitasi dan pembangunan sarana prasarana sekolah, seperti ruang kelas, toilet, laboratorium, dan perpustakaan. Pada 2025, sasaran meningkat menjadi 16.167 sekolah dengan metode swakelola yang melibatkan masyarakat lokal dan UMKM. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, revitalisasi difokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T, dan sekolah dengan kerusakan berat. SMK Negeri 5 Manokwari, Papua Barat, merasakan dampak signifikan. Kepala sekolah Choiruddin menyebut, sebelum revitalisasi sekolah hanya memiliki dua siswa tanpa aktivitas belajar. Setelah revitalisasi, jumlah siswa meningkat drastis menjadi sekitar 250 siswa. Siswa Maria Getrudis Tore mengaku, setelah revitalisasi ruang kelas lebih rapi, fasilitas lebih memadai, dan lingkungan sekolah lebih bersih serta aman.

Digitalisasi Pembelajaran

Strategi digitalisasi mencakup penyediaan perangkat seperti Papan Interaktif Digital (PID), laptop, serta penguatan akses internet dan listrik. Di wilayah 3T, capaian program Digitalisasi Pembelajaran mencapai 13.838 sekolah pada 2025. Hingga Maret 2026, jangkauan pengiriman perangkat digital mencapai hampir 100% dari target 288 ribu lebih satuan pendidikan. Guru SMA Swasta Bina Ilmu, Muhammad Fathul Arifin, merasakan perkembangan signifikan berkat PID, Starlink, dan tenaga surya. Guru TK Negeri Jembatan Basah, Widia Ningsih, menyebut tantangan geografis perlahan teratasi. TK Negeri Jembatan Basah menjadi pionir digitalisasi PAUD di kecamatannya. Widia berharap pemerintah tidak hanya memberikan perangkat, tetapi juga pendampingan teknis dan konten pembelajaran yang diperbarui.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Target dan Evaluasi ke Depan

Untuk tahun 2026, Kemendikdasmen memiliki fokus utama meliputi pemanfaatan infrastruktur digital melalui pengembangan konten dan pelatihan guru, revitalisasi sekolah prioritas pemulihan pasca-bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, penguatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk perencanaan akurat, serta peningkatan partisipasi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mengukur capaian akademik murid secara nasional.