Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bone akan memanggil Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pelemparan kue ke wajah stafnya, Yuli Nofita Sari (29). Peristiwa tersebut terjadi di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Yuli yang berstatus PPPK Paruh Waktu itu melaporkan Andi Tenri ke polisi pada hari yang sama.
BK Tunggu Aduan Resmi, Namun Sudah Bisa Bertindak
Ketua BK DPRD Bone, Bahtiar Malla, mengaku belum menerima aduan resmi terkait insiden tersebut, meskipun kasusnya telah bergulir di kepolisian. Meski demikian, informasi yang sudah luas beredar di publik dinilai cukup menjadi dasar untuk melakukan penelusuran awal. "Walaupun belum ada aduan dan sudah tersebar di beberapa media, masyarakat umum sudah tahu. BK sudah bisa memanggil untuk mengklarifikasi terkait itu," kata Bahtiar, Kamis (23/7).
Bahtiar menjelaskan, pihaknya akan mempelajari kasus ini terlebih dahulu. BK DPRD Bone akan meminta klarifikasi dari kedua belah pihak yang berselisih, termasuk mengumpulkan bukti-bukti. "Saya belum bisa mengkategorikan pelanggaran etika, baru diduga. BK juga baru mempelajari, untuk memutuskan hal tersebut ada bukti dan saksi," bebernya.
Laporan Resmi Disarankan untuk Proses BK
Bahtiar menyarankan agar perkara ini sebaiknya dilaporkan secara resmi ke BK DPRD Bone. Aduan tersebut bisa disampaikan oleh masyarakat atau pihak korban. "Untuk sementara saya hanya menunggu aduan, bisa dari anggota DPRD dan masyarakat. Setelah itu BK akan bekerja sesuai dengan tata beracara," ucap Bahtiar.
Ia menegaskan, perkara ini tetap menjadi atensi karena sudah menjadi perhatian publik. BK memastikan akan menindaklanjuti hal ini sesuai mekanisme yang berlaku. "Tapi kita tetap berupaya mediasi secara kekeluargaan, dan nantinya akan dimintai klarifikasi ibu ketua (DPRD Bone) untuk mendengar sanggahannya," imbuhnya.
Kronologi Dugaan Pelemparan Kue
Yuli Nofita Sari melaporkan Andi Tenri Walinonong ke polisi pada hari yang sama dengan kejadian. Ia merasa mengalami tindak kekerasan setelah dilempari kue hingga botol oleh Andi Tenri di kantin DPRD Bone. Peristiwa ini terjadi di hadapan beberapa staf lainnya. Hingga saat ini, Andi Tenri belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
BK DPRD Bone berencana memanggil Andi Tenri dalam waktu dekat untuk memberikan klarifikasi. Proses mediasi secara kekeluargaan juga akan diupayakan sebelum BK mengambil keputusan lebih lanjut. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pimpinan DPRD dan stafnya.



