Kemensos Gandeng ICW Cegah Korupsi di Program Sekolah Rakyat
Kemensos Gandeng ICW Cegah Korupsi Sekolah Rakyat

Mensos dan Wamendagri Datangi Kantor ICW

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, mengunjungi kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/7/2026). Pertemuan ini difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa, terutama yang terkait dengan program unggulan Sekolah Rakyat.

Diskusi Panjang untuk Cegah Korupsi

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos berkomitmen untuk menjaga program strategis Presiden Prabowo Subianto dari praktik korupsi. “Kami berdiskusi panjang dengan semangat yang sama. Tidak boleh program strategis Bapak Presiden Prabowo dikotori dengan tindakan-tindakan korupsi. Maka, apa yang disampaikan oleh ICW menjadi masukan yang sangat berharga buat Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul dalam pernyataan yang dikutip pada Jumat (24/7/2026).

Masukan ICW untuk Mitigasi Risiko

ICW memberikan sejumlah masukan terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemensos. Gus Ipul mengungkapkan bahwa seluruh informasi dan data yang disampaikan ICW akan dijadikan dasar untuk langkah mitigasi dan perbaikan tata kelola, sehingga tidak terjadi tindak korupsi dalam program Sekolah Rakyat. “Ini adalah peringatan dan ini harus kita terima dengan menindaklanjuti beberapa hal,” tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gus Ipul bersama jajarannya berkomitmen untuk menindaklanjuti, mendalami, dan mengambil langkah nyata agar seluruh praktik buruk dapat dimitigasi dan dihindari. “Dan akhirnya Sekolah Rakyat benar-benar sesuai tujuan Bapak Presiden, yaitu memberikan pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas untuk keluarga paling tidak mampu,” sambungnya.

Keterbukaan terhadap Kritik dan Saran

Mensos juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua pihak untuk mengawasi, memberikan masukan, kritik, dan saran terhadap seluruh program Kemensos. Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik yang disertai data akurat. “Kami sangat terbuka (terhadap) kritik saran dari pihak manapun. Apalagi dilakukan dengan melampirkan data-data yang akurat. Apa yang disampaikan oleh ICW semuanya itu dilampiri dengan data-data yang sangat akurat,” jelas Gus Ipul.

Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya ICW, yang telah memberikan masukan lengkap dengan data pendukung. “Sehingga kami bisa mengoreksi, memberikan satu kebijakan yang mampu untuk bisa mencegah adanya korupsi tersebut,” tambahnya.

Perkuat Integritas dan Tata Kelola

Gus Ipul meminta seluruh jajaran Kemensos untuk terus memperkuat integritas dan memperbaiki tata kelola. Ia mengingatkan bahwa tidak ada ruang bagi korupsi di lingkungan Kemensos. “Mari jajaran Kementerian Sosial terus memperkuat integritas. Perkuat integritas dan perbaiki tata kelola supaya hal-hal yang tidak kita inginkan ini tidak terjadi. Kita harus menyadari bahwa tindakan-tindakan korupsi itu akan ketahuan. Pada waktunya akan ketahuan dan ini peringatan,” tegasnya.

Komitmen ICW Mengawal Program Strategis

Plt Koordinator ICW Almas Sjafrina menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal program-program strategis pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat. Sektor pendidikan menjadi sorotan khusus ICW. “Jadi harapan kami dengan melalui peran-peran pengawasan yang ICW lakukan mulai dari kajian, pemantauan dan sebagainya, kita niatnya ingin menjaga agar anggaran dan semua program yang dilakukan oleh pemerintah itu tidak ada kebocoran dan semaksimal-maksimalnya untuk pendidikan publik,” jelas Almas. “Karena kami berpandangan bahwa pendidikan itu mestinya berkeadilan dan inklusif,” sambungnya.

Hadirin dalam Pertemuan

Turut hadir dalam pertemuan ini, Plt Irjen Kemensos Dody Sukmono, Kabiro Umum Kemensos Yadi Mucthar, dan Kapusdiklatbangprof Kemensos Afrizon Tanjung. Dari pihak ICW, hadir Kepala Divisi Advokasi Egi Primayogha, serta Staf Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Zararah Azhim Syah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga