Mendagri Pastikan Bantuan Rp 4,7 Triliun untuk Korban Bencana Sumatra Cair Sebelum Ramadan
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa bantuan pemerintah senilai Rp 4,7 triliun untuk korban bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh akan segera disalurkan sebelum bulan Ramadan dimulai. Pencairan dana ini dilakukan dengan cepat atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Perintah Presiden dan Proses Pencairan Cepat
Dalam keterangannya di Banda Aceh pada Selasa, 10 Februari 2026, Tito menyatakan, "Ini sudah anggarannya langsung atas perintah Bapak Presiden. Hari Senin perintah diberikan, hari Selasa langsung Menteri Keuangan mentransfer ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak total Rp 4,7 triliun." Dia menargetkan proses pencairan bantuan tersebut dapat selesai sebelum puasa Ramadan dimulai, dengan keyakinan, "Insya Allah sebelum puasa selesai."
Verifikasi Data dan Penerima Bantuan
Bantuan ini akan diberikan kepada puluhan ribu korban terdampak yang telah melalui proses verifikasi data oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Tito menjelaskan, "Mulai hari Kamis akan serempak diberikan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh kepada yang sudah diverifikasi BPS sebanyak kurang lebih 25.000 orang." Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan khusus bagi warga yang memilih tidak tinggal di hunian sementara (huntara). Mereka dapat menyewa rumah atau tinggal bersama keluarga dan tetap mendapat dukungan dana dari pemerintah sebesar Rp 1,8 juta per tiga bulan, yang akan direalisasikan oleh BNPB.
Bantuan Tradisi Meugang di Aceh
Tito juga menambahkan bahwa pemerintah menyiapkan bantuan sapi yang akan disalurkan ke ribuan kampung di Aceh sebagai bagian dari tradisi Meugang jelang Ramadan. "Kalau daging sapi itu rencananya di 3.000-an kampung, kita harapkan secepat mungkin bisa ter-deliver di para bupati, lalu dibagikan kepada desa-desa," tuturnya. Langkah ini bertujuan untuk mendukung budaya lokal sekaligus meringankan beban warga dalam menyambut bulan suci.
Dengan komitmen ini, pemerintah berupaya memastikan pemulihan cepat bagi korban bencana di wilayah Sumatra, sekaligus memperkuat solidaritas nasional di tengah tantangan alam yang terjadi.