Dokumen Jeffrey Epstein Picu Gelombang Pengunduran Diri Pejabat Internasional
Jakarta - Rilis jutaan halaman dokumen terkait pelaku kejahatan seksual Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, telah mengguncang dunia politik dan diplomatik global. Departemen Kehakiman Amerika Serikat mempublikasikan dokumen baru yang mencakup lebih dari tiga juta halaman, 2.000 video, dan 180.000 gambar pada Jumat (30/1), yang menyebutkan sejumlah nama tokoh besar.
Dubes Norwegia Mundur Akibat Keterkaitan dengan Epstein
Salah satu dampak langsung dari rilis dokumen ini adalah pengunduran diri Duta Besar Norwegia untuk Yordania dan Irak, Mona Juul. Juul, yang dikenal berperan kunci dalam negosiasi rahasia Israel-Palestina yang mengarah pada Perjanjian Oslo di awal 1990-an, terseret dalam skandal ini.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa keputusan Juul mundur adalah "tepat dan perlu". Eide menegaskan bahwa kontak Juul dengan Epstein menunjukkan kesalahan penilaian yang serius. Sebelumnya, diplomat senior ini telah diskors sementara menunggu penyelidikan atas dugaan hubungannya dengan Epstein, yang tewas di penjara pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks.
Media Norwegia melaporkan bahwa Epstein meninggalkan warisan sebesar US$10 juta untuk dua anak Juul dengan suaminya, Terje Rod-Larsen. Kementerian Luar Negeri Norwegia terus mengadakan pembicaraan dengan Juul untuk menentukan ruang lingkup hubungan mereka dengan Epstein.
Pengacara Juul, Thomas Skjelbred, menjelaskan bahwa kliennya mengundurkan diri karena situasi ini membuatnya tidak mungkin menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan menjadi beban pribadi yang besar bagi keluarga dekatnya.
Lingkaran Politik Norwegia Terjerat Skandal
Skandal Epstein juga menjerat lingkaran politik dan kerajaan Norwegia lebih luas. Beberapa tokoh terkemuka yang terseret meliputi:
- CEO Forum Ekonomi Dunia, Borge Brende
- Mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland, yang sedang diselidiki atas dugaan korupsi berat
- Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, yang menyatakan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein
Kepala Komunikasi PM Inggris Juga Mengundurkan Diri
Di Inggris, tekanan akibat dokumen Epstein memaksa Kepala Komunikasi Kantor Perdana Menteri Keir Starmer, Tim Allan, untuk mengundurkan diri. Pengunduran diri ini terjadi kurang dari 24 jam setelah Kepala Staf PM Inggris, Morgan McSweeney, juga mengundurkan diri.
Allan menyatakan dalam pernyataan singkat bahwa ia memutuskan mundur agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk. Pengunduran diri ini terjadi saat pemerintah Inggris bergulat dengan dampak skandal Epstein dan seruan dari politisi oposisi agar Starmer mundur atas penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar AS.
PM Inggris Bertekad Bertahan Meski Ditekan
Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi tekanan berat untuk mengundurkan diri, terutama terkait penunjukan Peter Mandelson yang diketahui tetap mempertahankan hubungan dengan Epstein setelah pelaku kejahatan seksual itu dihukum pada 2008. Namun, Starmer berjanji untuk tetap menjabat sebagai pemimpin Inggris.
Dalam pidato kepada staf Downing Street, Starmer berkomitmen untuk "melangkah maju dengan percaya diri" sambil terus mengubah negara, menurut pejabat pemerintah yang berbicara secara anonim. Ia bersiap menghadapi anggota parlemen yang marah atas keterlibatan pemerintahannya dalam skandal Epstein.
Rilis dokumen Epstein ini terus menciptakan gelombang politik internasional, dengan konsekuensi yang masih berkembang bagi pejabat di berbagai negara.