Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan rencana penyediaan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) untuk jenjang SMP dan SMA yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan bahwa SNT dirancang sebagai katalisator bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
Layanan Mulai 2026/2027
“Sebanyak 17 lokasi direncanakan mulai memberikan layanan pada 2026/2027,” kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7/2026). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang membahas transformasi pendidikan nasional.
SNT merupakan model sekolah yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan penguatan karakter, teknologi, dan keterampilan abad ke-21. Ke-17 lokasi tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan prioritas pada daerah yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.
Fungsi Katalisator
Menurut Mendikdasmen, keberadaan SNT diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu sekolah di sekitarnya melalui berbagai program kolaborasi, seperti pelatihan guru bersama, pertukaran siswa, dan penggunaan fasilitas bersama. “SNT akan menjadi model percontohan yang bisa direplikasi oleh sekolah lain,” tambah Mu'ti.
Kemendikdasmen juga akan memastikan setiap SNT dilengkapi dengan infrastruktur modern, laboratorium sains dan komputer, perpustakaan digital, serta akses internet berkecepatan tinggi. Selain itu, akan ada program beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Detail Lokasi dan Tahapan
Meskipun nama-nama lokasi spesifik belum diumumkan secara resmi, Kemendikdasmen memastikan bahwa pemilihan lokasi didasarkan pada analisis kebutuhan daerah, ketersediaan lahan, dan dukungan pemerintah daerah. Proses pembangunan dan persiapan sumber daya manusia sudah dimulai sejak tahun 2025.
Setiap SNT akan menampung sekitar 1.000 siswa untuk jenjang SMP dan SMA, dengan rasio guru-siswa yang ideal. Penerimaan siswa perdana direncanakan melalui sistem zonasi dan prestasi.
Dampak bagi Pendidikan Nasional
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan antar daerah. Dengan adanya SNT, diharapkan angka partisipasi sekolah menengah dapat meningkat, terutama di daerah terpencil.
Para pengamat pendidikan menyambut positif langkah ini. “SNT bisa menjadi terobosan jika dikelola dengan baik. Kuncinya ada pada konsistensi pendanaan dan kualitas guru,” ujar seorang analis kebijakan pendidikan.



