Relawan Dukung Dapur MBG di Lapas untuk Pembinaan Napi Produktif
Relawan Dukung Dapur MBG di Lapas untuk Napi Produktif

Relawan Demokrasi Indonesia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan dalam operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai sebagai pendekatan yang manusiawi dan produktif dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Pembinaan Melalui Dapur MBG

Selain mendukung penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, pelibatan warga binaan juga membuka ruang rehabilitasi sosial. Diharapkan warga binaan memiliki keterampilan dan kesiapan kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.

"Negara tidak hanya hadir untuk menghukum, tetapi juga membina. Pelibatan warga binaan dalam dapur MBG merupakan bentuk pembinaan nyata yang memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab," ujar Ketua Relawan Demokrasi Indonesia, Penri Sitompul, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Manfaat Program bagi Warga Binaan

Kegiatan produktif seperti dapur MBG dapat membantu menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan kerja warga binaan. Hal tersebut menjadi bekal bermanfaat untuk kehidupan setelah bebas. Program ini juga diyakini dapat menekan angka residivisme karena warga binaan memperoleh pengalaman kerja, pelatihan, dan rasa percaya diri untuk kembali diterima di masyarakat.

Meski demikian, Penri menegaskan pelaksanaan program harus tetap mengedepankan standar higienitas, keamanan pangan, pengawasan profesional, dan proses seleksi yang ketat terhadap warga binaan yang dilibatkan.

"Kami percaya bangsa yang besar bukan hanya mampu memberikan hukuman, tetapi juga mampu membuka jalan perubahan dan masa depan yang lebih baik bagi warganya," imbuhnya.

Pilot Project di Lapas Sukamiskin

Sebelumnya, KemenImipas menjadikan dapur Lapas Sukamiskin, Bandung, sebagai tempat memasak program MBG. Para narapidana memasak 3.444 porsi makanan setiap hari untuk dibagikan ke sekolah dan posyandu sekitar lapas, tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi internal warga binaan.

"Dapur ini merupakan pilot project pemanfaatan fasilitas pemasyarakatan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis—memproduksi sekitar 3.444 porsi makanan setiap hari untuk disalurkan ke 12 sekolah dan lima posyandu di sekitar Lapas Sukamiskin—tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi internal bagi warga binaan di Lapas Sukamiskin itu sendiri," jelas Menteri Agus, Sabtu (14/6/2025).

Data Dukung Program

Saat ini, terdapat 469 dapur di lapas dan rumah tahanan negara (rutan) di Indonesia yang telah memiliki sertifikat laik higienis. Selain itu, 754 warga binaan sudah tersertifikasi atau mengikuti pelatihan teknis penyelenggaraan makanan.

"Harapan kami ke depan, lapas dan rutan yang telah memenuhi standar tersebut dapat mendukung program makan bergizi gratis bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional di berbagai wilayah Indonesia," pungkas Agus.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga