Otoritas Iran mengumumkan bahwa mereka telah mengeksekusi mati seorang pria yang dihukum karena menjadi mata-mata untuk Israel dan Amerika Serikat. Eksekusi ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian hukuman mati yang dilakukan selama perang Iran melawan kedua musuhnya tersebut.
Penyebab Eksekusi
Menurut situs web Mizan Online milik lembaga peradilan Iran pada hari Senin (11/5), Erfan Shakourzadeh digantung karena berkolaborasi dengan dinas intelijen AS dan Mossad. Situs tersebut tidak merinci waktu eksekusi atau penangkapannya, tetapi menyebutkan bahwa pria itu bekerja di salah satu organisasi ilmiah Iran yang bergerak di bidang satelit.
Iran telah lama dituduh oleh Barat bahwa program satelitnya digunakan untuk meningkatkan kemampuan rudal balistik. Mizan melaporkan bahwa Shakourzadeh secara sadar dan sukarela memberikan informasi rahasia kepada CIA dan Mossad.
Konteks Eksekusi
Kelompok hak asasi manusia mencatat bahwa Iran adalah negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak kedua di dunia setelah China. Iran Human Rights, kelompok yang berbasis di Norwegia, menyebutkan bahwa republik Islam tersebut mengeksekusi setidaknya 1.500 orang tahun lalu, salah satu angka tertinggi di dunia.
Iran telah berperang dengan Israel dan Amerika Serikat sejak akhir Februari lalu, dengan gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April. Sejak awal konflik, Iran meningkatkan eksekusi mati, terutama dalam kasus spionase atau tuduhan terkait keamanan.
Sebelumnya pada pekan lalu, otoritas Iran juga mengeksekusi tiga pria yang dihukum karena terlibat dalam protes anti-pemerintah pada bulan Desember dan Januari.



