Profil Edison, Bupati Muara Enim yang Terjaring OTT KPK
Nama Bupati Muara Enim, Edison, menjadi perbincangan hangat setelah dikabarkan ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Meskipun demikian, hingga saat ini KPK belum mengumumkan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Edison merupakan Bupati Muara Enim periode 2025-2030. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 bersama dengan ratusan kepala daerah lainnya hasil Pilkada Serentak 2024. Sebelum terjun ke dunia politik, Edison menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia memulai kariernya di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada tahun 1995. Politikus Partai NasDem ini pernah menempati sejumlah posisi strategis hingga jabatan terakhir sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan pada Kantor Wilayah BPN Sumatera Selatan.
Pria kelahiran Banuayu, Muara Enim, 6 Maret 1968 ini menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Sumatera Utara pada tahun 1992 dan melanjutkan pendidikan magister di Universitas Sriwijaya pada tahun 2002. Edison juga aktif dalam organisasi sosial-keagamaan serta memiliki latar belakang hukum yang kuat.
Perjalanan Karier dan Penghargaan
Pada Pilkada Muara Enim 2024, Edison maju bersama Sumarni. Pasangan yang diusung Partai NasDem dan sejumlah partai pendukung lainnya itu memenangkan kontestasi dengan perolehan 114.258 suara atau sekitar 38,76 persen suara sah. Dalam 100 hari pertama pemerintahannya, Edison dan Wakil Bupati Sumarni mengklaim telah merealisasikan sejumlah program prioritas yang menjadi janji kampanye mereka. Fokus pembangunan diarahkan pada pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur daerah.
Dalam kariernya, Edison pernah menerima dua penghargaan bergengsi, yaitu Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun dan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya sebagai ASN selama bertahun-tahun.
Kronologi OTT KPK di Muara Enim
Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Muara Enim berlangsung selama dua hari. Selain Edison, sejumlah orang lainnya juga diamankan dalam operasi tersebut. Gubernur Sumatera Selatan pun memberikan respons terkait penangkapan ini. Aktivitas Bupati Muara Enim sebelum terkena OTT menjadi sorotan, begitu pula dengan penampakan ruang kerja yang disegel oleh KPK. Hingga berita ini diturunkan, KPK masih melakukan pemeriksaan dan belum mengumumkan status hukum para tersangka.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas dan transparansi dalam pemerintahan daerah. Publik menanti perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang berjalan.



