KPK Geledah Safe House Bupati Sukoharjo, Bawa Dua Koper Hitam
KPK Geledah Safe House Bupati Sukoharjo, Bawa Dua Koper

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sebuah safe house yang diduga milik Bupati Sukoharjo Etik Suryani di kawasan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026). Dari lokasi, penyidik terlihat membawa dua koper berwarna hitam.

Penggeledahan Sehari Setelah OTT

Penggeledahan dilakukan sehari setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Rumah yang digeledah terletak di Jalan Jagalan RT 02/RW 05, Kelurahan Bumi, Solo. Penyidik tiba sekitar pukul 09.30 WIB dan berada di lokasi selama kurang lebih satu setengah jam. Mereka meninggalkan rumah sekitar pukul 11.00 WIB, membawa dua koper hitam yang kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan KPK.

Seorang warga berinisial E mengatakan tim KPK bersama aparat kepolisian datang sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung menuju rumah tersebut. "Tadi pukul setengah 10 datang dan langsung ke sana," katanya. Menurut E, rumah tersebut merupakan milik orang tua Etik Suryani. Saat ini rumah dihuni adik Etik yang bernama Erwan, meski Etik juga pernah tinggal di rumah tersebut semasa kecil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dugaan Pemerasan oleh Bupati

Penggeledahan dilakukan setelah KPK menggelar OTT terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan perkara yang menjerat Etik berkaitan dengan dugaan pemerasan. "Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh Bupati," ujar Budi. Menurut Budi, Etik diduga melakukan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hingga kini, KPK masih mengembangkan penyidikan, termasuk menelusuri barang bukti yang diperoleh dari hasil penggeledahan tersebut. OTT terhadap Etik Suryani menjadi sorotan publik, terutama setelah Menteri Dalam Negeri menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa mengawasi kepala daerah 24 jam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga