Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Bupati Muara Enim Edison menjadi target. Operasi ini berlangsung sejak Minggu, 7 Juni 2026 malam. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT terhadap Edison. Berikut empat fakta sejauh ini terkait penangkapan tersebut.
1. KPK Amankan Sepuluh Orang
KPK mengamankan sepuluh orang dalam OTT ini. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa sepuluh orang tersebut termasuk Edison. "Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan," ujar Budi. Dari sepuluh orang itu, lima berasal dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk sang bupati, dan lima lainnya dari pihak swasta. Identitas mereka belum diungkap. Saat ini, mereka masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk mengumumkan status hukum mereka.
2. Diduga Terima Suap dari Swasta
KPK menduga Edison menerima suap dari pihak swasta. Hal ini terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. "Terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta," kata Budi. Ia menambahkan bahwa kasus ini berkaitan dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Pemkab Muara Enim.
3. Uang Ratusan Juta Diamankan
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai bernilai ratusan juta rupiah. Meski demikian, KPK belum merinci jumlah pastinya. "Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah," ungkap Budi.
4. Edison Dibawa ke KPK Hari Ini
Saat ini, Edison masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Sumatera Selatan. Rencananya, ia akan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih di Jakarta pada hari ini, Selasa, 9 Juni 2026. "Rencana baru besok (hari ini). Jadi yang pasti malam ini, sampai dengan saat ini ya, belum ada rencana membawa Bupati ke Gedung KPK Merah Putih. Nanti kami update lagi," jelas Budi. Beberapa pihak lain yang diamankan juga masih diperiksa di Polda Sumsel, sementara sebagian lainnya sudah dibawa ke KPK. Detail perkara akan disampaikan kemudian.



