Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama 10 asosiasi desa, dengan dukungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, akan menggelar Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Makassar pada 4 Agustus 2026 dan di Maluku Utara pada 5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Latar Belakang dan Tujuan Seminar
Seminar ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. Pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 telah menetapkan pembentukan lebih dari 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa seminar ini diadakan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tujuan, urgensi, hingga implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. "Untuk itu perlu diadakan seminar mengenai KDKMP sebagai upaya untuk mengedukasi dan mensosialisasikan maksud, tujuan, urgensi, serta langkah implementasi program KDKMP secara transparan dan komprehensif," ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Senin (3/6/2026).
Target Peserta dan Narasumber
Seminar ini akan diikuti sekitar 700 peserta yang berasal dari unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus KDKMP, akademisi, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta masyarakat umum. Sejumlah menteri dan pemangku kepentingan dijadwalkan menjadi narasumber dalam seminar tersebut. Menteri Koperasi akan memaparkan latar belakang, tujuan, kelembagaan, dan pengembangan usaha KDKMP, sedangkan Menteri Dalam Negeri akan membahas peran pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Yandri sendiri akan memaparkan implementasi KDKMP dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi desa. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara juga dijadwalkan menjelaskan mekanisme pembangunan fisik serta dukungan operasional KDKMP. Selain itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof. H. Marsuki, DEA., Ph.D., turut hadir sebagai narasumber.
Manfaat dan Dampak yang Diharapkan
Yandri berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh pemangku kepentingan agar mampu mengoptimalkan peran KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. "Kegiatan ini bakal membahas secara komprehensif soal perkembangan pembangunan KDKMP agar masyarakat desa memahami lebih detail program prioritas ini," ujarnya.
Menurut Yandri, kehadiran KDKMP diharapkan mampu mempersingkat rantai distribusi kebutuhan pertanian, seperti pupuk dan benih. Selain itu, koperasi juga diharapkan dapat menyediakan lumbung pangan desa, menampung hasil panen petani dengan harga yang layak, serta memberikan nilai tambah ekonomi secara langsung kepada masyarakat desa. Ia menilai pengelolaan koperasi yang kuat di tingkat desa akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian nasional. Seminar ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk memastikan program KDKMP berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa di seluruh Indonesia.



