Presiden Prabowo Subianto menyoroti kritik yang dilontarkan sejumlah ekonom terkait kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pidato Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Prabowo menyayangkan kritik tersebut dan membandingkannya dengan hilangnya triliunan rupiah tanpa komentar.
Prabowo: Kritik MBG Tidak Proporsional
"Saudara-saudara saya diserang karena memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia. Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dianggap pemborosan, tapi ribuan triliun yang menguap yang pergi dari bumi Indonesia setiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memberi makan kepada anak-anak yang kekurangan gizi. Namun, kebijakan itu justru dituduh sebagai pemborosan anggaran. "Kita mau memberi makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan anak-anak sekolah. Kita dituduh pemborosan. Kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah alasannya karena boros," ujarnya.
Program MBG untuk Atasi Stunting dan Kurang Gizi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan mengatasi stunting dan kurang gizi pada anak-anak Indonesia. Prabowo menekankan bahwa program ini bukanlah pemborosan, melainkan investasi untuk masa depan bangsa. Ia menyayangkan sikap para ekonom yang kritis terhadap program ini, namun diam saat terjadi kebocoran anggaran besar-besaran.
Sidang Kabinet Paripurna tersebut dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibnas dan Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding, dan Kepala BGN Nanik S Daeyang.
Evaluasi Program Prioritas Nasional
Sidang kabinet paripurna merupakan agenda rutin pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan program di kementerian dan lembaga serta membahas langkah percepatan program prioritas nasional. Dalam sidang tersebut, Prabowo kembali menegaskan komitmennya terhadap program MBG meskipun mendapat kritik.
"Kita mau memberi makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan anak-anak sekolah. Kita dituduh pemborosan," kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa program ini penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan cerdas.



