Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan rencana distribusi tramadol kepada kelompok tertentu menjelang aksi unjuk rasa di Jakarta. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Ahmad David mengatakan pihaknya segera mendalami informasi tersebut.
Tanggapan Polisi atas Isu Distribusi Tramadol
“Terima kasih infonya. Kita segera dalami,” kata Ahmad David kepada wartawan, Senin (20/7/2026) malam. Ia juga memastikan jajarannya akan bergerak melakukan langkah antisipasi, termasuk penyisiran di jalur yang diduga menjadi lokasi distribusi obat tersebut apabila diperlukan. “Iya,” ujar dia singkat.
Asal Usul Informasi dan Dugaan Jalur Distribusi
Sebelumnya, sebuah akun media sosial mengunggah klaim mengenai adanya rencana distribusi tramadol kepada kelompok tertentu yang akan terlibat dalam aksi demonstrasi. Unggahan itu juga mengaitkan dugaan pola serupa dengan aksi unjuk rasa pada tahun lalu. Dalam unggahan tersebut turut disebutkan adanya dugaan jalur distribusi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga kini, informasi yang beredar di media sosial itu belum dapat dipastikan kebenarannya.
Langkah Antisipasi dan Pengamanan Demo
Polda Metro Jaya juga menyiagakan 706 personel gabungan untuk mengawal dua aksi unjuk rasa yang digelar di Jakarta pada hari yang sama. Pengamanan melibatkan personel dari berbagai satuan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengecek kebenaran berita melalui kanal resmi kepolisian.



