Polda Metro dan KPKP DKI Cek Hewan Kurban di Dharma Jaya, Pastikan Bebas PMK
Pengecekan Hewan Kurban di Dharma Jaya Bebas PMK dan LSD

Polda Metro Jaya bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta melakukan pengecekan hewan kurban di Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) menjelang Idul Adha.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon, menyatakan bahwa hasil pengecekan sementara belum menemukan indikasi PMK maupun LSD pada hewan kurban di Dharma Jaya. "Karena ini momennya adalah kita menghadapi Idul Adha, tentunya tadi terkait dengan kesehatan kuku dan mulut dan juga penyakit kulit daripada sapi, memang ini belum ditemukan," ujar Victor di Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026).

Victor menjelaskan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin menjelang Idul Adha. Polda Metro Jaya turut memantau proses bisnis Dharma Jaya, mulai dari pengelolaan hingga distribusi hewan kurban. "Kita berharap proses ini, kesiapan ini juga bisa berjalan dengan baik sampai nanti Idul Adha selesai," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengawasan Lalu Lintas Hewan Kurban Diperketat

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan bahwa Pemprov DKI memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Jakarta. Hewan dari daerah asal diwajibkan mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta Sertifikat Veteriner. "Yang paling kita khawatirkan adalah penyakit antraks karena bisa menular ke manusia atau zoonosis. Kemudian PMK dan yang sekarang lagi marak di tempat lain itu adalah Lumpy Skin Disease atau LSD," jelas Hasudungan.

Menurutnya, sertifikat veteriner menjadi penanda bahwa hewan terbebas dari penyakit berbahaya. Pemprov DKI juga memanfaatkan sistem iSIKHNAS atau Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional dari Kementerian Pertanian untuk memantau asal-usul hewan kurban yang masuk ke Jakarta. "Nanti dokter hewan penanggung jawab di daerah asal akan berkoordinasi dengan kami sebagai pejabat otoritas veteriner untuk mengoordinasikan sistem pemasukannya. Dan apabila diperlukan kami juga akan mewajibkan pemeriksaan laboratorium, khususnya di daerah yang endemis penyakit," paparnya.

Hasudungan menyebut bahwa mayoritas hewan kurban yang masuk ke Jakarta berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta sejumlah daerah lain seperti Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemeriksaan Klinis dan Laboratorium

Selain pemeriksaan dokumen, tim kesehatan hewan DKI juga melakukan pengecekan klinis terhadap hewan kurban di lapangan. Tim tersebut terdiri atas dokter hewan, paramedis, dan petugas kesehatan hewan. "Apabila dicurigai ada penyakit, akan kita laksanakan pemeriksaan laboratorium milik Pemprov DKI," tuturnya.

Di sisi lain, Direktur Keuangan dan SDM Perumda Dharma Jaya, Maulana Lazuardi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 2.078 ekor sapi untuk kebutuhan kurban Idul Adha tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.508 ekor disebut telah siap kurban. "Untuk saat ini sudah ada sekitar 1.508 sapi siap kurban," kata Maulana.

Ia memastikan seluruh hewan yang disiapkan telah melalui proses screening kesehatan oleh dokter hewan internal maupun dari dinas terkait. Dharma Jaya juga menyiapkan juru sembelih halal (Juleha) yang telah tersertifikasi untuk pelaksanaan kurban. "Semua sudah tersertifikasi dengan baik," imbuhnya.

Pengecekan ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan hewan kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit, sehingga perayaan Idul Adha dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga