Pelajar SMA Indonesia Jadi Finalis Harvard Business Case Competition
Pelajar SMA Indonesia Finalis Harvard Business Case

Empat pelajar SMA Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjadi finalis Harvard Crimson Business Case Competition (HCBC) 2026. Mereka adalah Joshua Delaniv Samron (17, Tunas Muda School Meruya), Rania Andalusia Juffry (17, Sekolah Cikal Lebak Bulus), Nadine Andini Wirawan (17, Tunas Muda School Meruya), dan Athaillah Bagas Rachmansyah (18, Insan Cendekia Islamic State Senior High School Serpong). Keempatnya tergabung dalam Tim Nimbus (Next-generation Innovation for Market Building and Universal Solutions).

Perjalanan ke Harvard University

Tim Nimbus baru saja kembali dari mengikuti babak final HCBC yang berlangsung di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, pada 27 Juni hingga 1 Juli lalu. Keberangkatan mereka merupakan inisiatif mandiri tanpa dukungan sponsor atau lembaga formal. Mereka berhasil bersaing dengan tim-tim dari berbagai negara di kampus bergengsi Harvard University.

Pencapaian yang Membanggakan

Menurut Joshua Delaniv Samron, pengalaman ini sangat berharga. "Kami belajar banyak tentang strategi bisnis, kerja tim, dan presentasi di hadapan juri internasional. Ini adalah kesempatan yang tidak terlupakan," ujarnya. Rania Andalusia Juffry menambahkan, "Kami bangga bisa mewakili Indonesia dan menunjukkan bahwa pelajar SMA Indonesia mampu bersaing di tingkat global."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

HCBC 2026 diikuti oleh puluhan tim dari berbagai negara. Tim Nimbus menyajikan solusi inovatif untuk pembangunan pasar dan solusi universal, sesuai dengan nama tim mereka. Meskipun tidak meraih juara, capaian sebagai finalis sudah menjadi prestasi yang luar biasa.

Dukungan dan Harapan

Orang tua dan sekolah memberikan dukungan penuh kepada para siswa. Kepala Sekolah Tunas Muda School Meruya menyatakan bangga atas prestasi Joshua dan Nadine. "Mereka telah menunjukkan bahwa kerja keras dan inisiatif mandiri dapat membawa hasil yang membanggakan," katanya.

Keberhasilan Tim Nimbus diharapkan dapat menginspirasi pelajar Indonesia lainnya untuk berani bermimpi dan berkompetisi di kancah internasional. "Ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia memiliki potensi besar," tutup Athaillah Bagas Rachmansyah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga