PAM di Cengkareng Mati 6 Hari, Warga Tampung Air Pakai Ember dan Galon
PAM Mati 6 Hari, Warga Cengkareng Tampung Air di Ember dan Galon

Warga Cengkareng, Jakarta Barat, mulai bersiap menghadapi potensi gangguan distribusi air PAM yang direncanakan berlangsung selama enam hari. Mereka memanfaatkan berbagai wadah seperti ember, tong, dan galon kosong untuk menampung air sebelum pasokan dihentikan sementara.

Warga Manfaatkan Wadah Seadanya

Yanti (42), warga RT 08/RW 06, Cengkareng Barat, mengaku mendapat informasi mengenai gangguan layanan air dari Ketua RW setempat. Setelah menerima pemberitahuan itu, dia langsung berencana menampung air pada malam hari. "Rencananya, entar malam nih mau nampung airnya. Cuma adanya tong doang sih. Tong sama ember sama bak-bak doang," kata Yanti di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/7/2026) malam.

Selain tong dan ember, Yanti juga akan mengisi galon-galon kosong yang ada di rumah. Dia mengaku tidak memiliki toren air sehingga harus memaksimalkan wadah yang tersedia. "Ya, paling satu tong sama tiga ember, paling sama galon-galon yang kosong. Galon kosong paling ada empat yang bekas-bekas," ujar Yanti.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Yanti berharap gangguan layanan air tidak berlangsung hingga Rabu (22/7/2026) karena air merupakan kebutuhan pokok untuk memasak, mencuci, hingga mandi setiap hari. Jika persediaan air di rumah habis, dia berencana membeli air keliling seharga Rp5.000 per jerigen atau meminta bantuan air dari mushalla di seberang rumahnya yang masih menggunakan air tanah. "Ya, jangan lama-lama lah, kan butuh air setiap hari, pagi, siang, sore buat nyuci, masak, mandi, semuanya deh pokoknya. Ya, paling beli, paling suka minta di mushalla," tuturnya.

Keluarga Besar Lebih Terdampak

Kekhawatiran serupa dirasakan Risma (37), tetangga Yanti. Dia tinggal bersama delapan anggota keluarga dalam satu rumah sehingga kebutuhan air menjadi jauh lebih besar. Beruntung, rumahnya telah dilengkapi bak penampungan berukuran besar di bagian bawah bangunan. Menurutnya, penampungan itu akan diisi penuh sebelum gangguan layanan dimulai. "Keluarganya ramai, dua KK, delapan orang. Makanya di bawah itu ada penampungan gede, pasti dipenuhi dulu nanti," kata Risma.

Dia pun berharap pasokan air segera kembali normal agar aktivitas keluarga tidak terganggu. "Semoga jangan lama-lama lah. Soalnya kita keluarga besar, nyuci, cuci piring bisa stop banget kalau air mati. Besok kerja takut enggak bisa mandi lagi," ujarnya.

Gangguan Air di 7 Kelurahan Jakarta Barat

Sebelumnya, pasokan air bersih PAM JAYA di tujuh kelurahan di Jakarta Barat berpotensi mengalami gangguan hingga penghentian sementara mulai Jumat (17/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026). Gangguan layanan itu diperkirakan berdampak terhadap sekitar 55.272 pelanggan.

Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, mengatakan bahwa gangguan pasokan itu terjadi karena adanya pekerjaan perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang dikelola PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP). "Selama proses perawatan berlangsung, pasokan air yang dialirkan dari IPA Hutan Kota menuju jaringan distribusi PAM JAYA akan mengalami penyesuaian hingga Rabu, 22 Juli 2026," ujar Syahrul, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, penyesuaian pasokan air tersebut berpotensi menyebabkan tekanan air menurun hingga aliran air berhenti sementara di sejumlah wilayah. "Kondisi ini berpotensi menyebabkan berkurangnya tekanan air hingga penghentian sementara aliran air bagi sekitar 55.272 pelanggan," kata Syahrul.

Daftar Kelurahan Terdampak

Terdapat tujuh kelurahan di Jakarta Barat yang berpotensi terdampak penurunan tekanan hingga penghentian sementara aliran air, yakni:

  • Cengkareng Barat
  • Cengkareng Timur
  • Kapuk Muara
  • Kamal Muara
  • Kamal
  • Pegadungan
  • Tegal Alur

Pelanggan di wilayah tersebut diimbau agar mengantisipasi gangguan layanan dengan menampung air secukupnya sebelum pekerjaan perawatan dimulai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga