Menteri LH Ajak Daerah Sinkronkan Gerakan Pilah Sampah
Menteri LH Ajak Daerah Sinkronkan Pilah Sampah

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menyinkronkan gerakan pilah sampah. Ajakan ini disampaikan dalam acara Pencanangan HUT Ke-499 Kota Jakarta bertema 'Menuju Lima Abad, Jaga Jakarta Bersih!' di Koridor Jalan H.R. Rasuna Said Pedestrian Plaza Festival, Minggu (10/5/2026).

Gerakan Pilah Sampah Jakarta

Gerakan Pilah Sampah merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi volume sampah langsung dari rumah tangga. Program ini berfokus pada pemisahan sampah organik, anorganik, B3, dan residu. Gerakan ini melibatkan partisipasi aktif warga, PKK, dan pengurus RW untuk menyediakan tempat sampah terpisah.

"Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jakarta dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warganya. Jakarta harus paling depan dalam memberikan contoh. Setelah dilantik presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap pengelolaan sampah agar dalam dua tahun persoalan ini selesai di seluruh Indonesia," ujar Jumhur Hidayat dalam sambutannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jakarta sebagai Contoh Nasional

Jumhur mengatakan Jakarta lebih dulu menjalankan gerakan pilah sampah sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain. "Jakarta mendahului membuat itu, alhamdulillah. Artinya, kita bisa mengadopsi beberapa gagasan dan pemikiran. Mungkin juga bisa terjadi sinkronisasi," katanya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh Indonesia menghasilkan sekitar 141 ribu ton sampah setiap hari. Sementara di Jakarta, volume sampah mencapai sekitar 8 ribu ton per hari. Faktanya, di seluruh Indonesia, masih 75% sampah belum terolah dengan baik.

Target Pemerintah Pusat

Menurut Jumhur, presiden telah merencanakan gerakan serius untuk memerangi persoalan sampah di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan. "Tentunya, kita sebagai aparaturnya harus lebih serius lagi untuk memastikan bahwa cita-cita menjadikan sampah bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, bisa menjadi kenyataan dalam dua hingga tiga tahun mendatang," tuturnya.

Jumhur menegaskan Kementerian LH tidak hanya memberikan sanksi atau teguran kepada daerah, tetapi juga akan menawarkan solusi dan opsi kebijakan terkait pengelolaan sampah. "Ke depan, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberi teguran sekaligus mendiskusikan, bahkan menyodorkan opsi-opsi kebijakan yang mungkin dilakukan bagi setiap provinsi, khususnya di Jakarta ini. Mari sama-sama kita berpikir," jelasnya.

Dukungan Fasilitas Pemilahan

Jumhur mengajak seluruh daerah di Indonesia menjalankan gerakan pilah sampah dengan dukungan fasilitas yang memadai agar pemilahan sampah dapat berjalan lancar. "Karena itu, para bupati, gubernur, camat, hingga lurah harus memastikan gerakan pilah sampah bertemu dengan kebijakan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pemilahan sampah dapat berjalan secara sempurna," tuturnya.

Harapan Gubernur DKI Jakarta

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan persoalan sampah di Jakarta tidak bisa diselesaikan sendirian. Ia berharap gerakan pilah sampah dapat menjadi langkah baru dalam menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta. "Saya meyakini, melalui arahan dan kepemimpinan Bapak Menteri Lingkungan Hidup, mudah-mudahan persoalan pilah sampah ini, bersama Pak Menko Pangan, dapat kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan serius sehingga menjadi gerakan baru bagi Jakarta dalam memilah sampah. Harapan saya, mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta yang dari waktu ke waktu tidak pernah terselesaikan, akhirnya dapat terselesaikan," tutupnya.

Deklarasi Jaga Jakarta Bersih

Dalam kesempatan tersebut, aktivis lingkungan hidup, Jerhemy Owen, membacakan Deklarasi Jaga Jakarta Bersih Pilah Sampah. Deklarasi tersebut memuat komitmen pemilahan sampah 100% di rumah tangga, fasilitas umum, kawasan komersial, hingga kawasan industri di Jakarta. Selain itu, deklarasi tersebut juga menekankan penguatan sistem pengelolaan sampah terintegrasi, pengurangan sampah ke tempat pemrosesan akhir, hingga peningkatan edukasi dan kolaborasi lintas pihak dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga