Mendikdasmen Data Sekolah Minim Murid, Koordinasi dengan Mendagri
Mendikdasmen Data Sekolah Minim Murid, Koordinasi dengan Mendagri

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti buka suara soal fenomena banyaknya sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah yang minim murid di tahun ajaran baru. Ia mengatakan kementeriannya kini sedang mendata jumlah sekolah yang mengalami kondisi minim murid pada awal tahun ajaran 2026/2027 ini, dan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Data Sekolah dengan Murid Kurang dari 60

"Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60," kata Mu'ti kepada wartawan, Jumat (17/7) dikutip dari detik.com. Selain itu, Mu'ti mengaku telah membicarakan masalah tersebut kepada Mendagri Tito Karnavian. Ia mengatakan akan diadakan rapat khusus membahas fenomena sekolah negeri minim murid tersebut.

"Secara nonformal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut," kata Mu'ti.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koordinasi dengan Kemendagri

Sebelumnya, soal koordinasi dengan Kemendagri pun sempat diungkap Mu'ti awal pekan ini. Diketahui sepekan terakhir adalah awal tahun ajaran baru yang ditandai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mu'ti pun terpantau meninjau sejumlah sekolah di Indonesia yang melaksanakan MPLS.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian belum dapat mengatakan apa-apa soal koordinasi dengan mendikdasmen perihal fenomena sekolah minim murid itu. "Entar, saya jawab nanti dululah," kata Tito menjawab pertanyaan wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).

Fenomena di Berbagai Daerah

Fenomena sejumlah sekolah negeri di Indonesia minim mendapatkan murid baru terjadi memasuki masa awal tahun ajaran 2026/2027. Di SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Meski hanya dua murid baru di kelas 1, guru tetap semangat menyambut mereka saat pelaksanaan MPLS pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7).

Di daerah lain, hanya ada tiga murid yang masuk ke SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah di tahun ajaran baru ini. Fenomena sekolah minim murid baru juga terjadi di Magelang, Jawa Tengah. Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Magelang, Sugiyarti, mengatakan setidaknya ada 24 SD di wilayah itu yang jumlah rombongan belajarnya kurang dari 50 persen kuota tersedia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga