Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker minyak yang membawa awak berkewarganegaraan China telah diserang di Selat Hormuz. Sumber serangan tersebut belum diketahui secara jelas.
Serangan di Tengah Konflik AS-Iran
Serangan terhadap kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall namun dimiliki China terjadi saat Amerika Serikat dan Iran yang berkonflik memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan penting bagi pasokan minyak dan gas global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat (8/5/2026) mengatakan bahwa terdapat warga negara China di atas kapal tersebut tanpa menyebut jumlah pasti. Ia menambahkan bahwa belum ada laporan korban jiwa di antara awak kapal.
Laporan Media Lokal
Konfirmasi ini disampaikan setelah laporan media lokal China, Caixin, pada Kamis (7/5) menyebut sebuah kapal tanker produk minyak milik China diserang di dekat Selat Hormuz pada Senin (4/5). Bagian dek kapal terbakar dan kapal bertanda "CHINA OWNER & CREW".
Menurut sumber yang memahami insiden, ini merupakan serangan pertama yang melibatkan kapal tanker China di jalur perairan vital tersebut. Lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang sebelumnya dilintasi 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, terhenti sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.
Identitas Kapal
Sumber keamanan maritim mengatakan kapal yang diserang diyakini bernama JV Innovation, yang melaporkan kebakaran di bagian dek kepada kapal lain di dekatnya pada Senin (4/5). Insiden terjadi di lepas pantai Uni Emirat Arab, dekat Mina Saqr.
Sumber Serangan Masih Misterius
Kepala teknisi kapal, Liu Haining, yang turun dari kapal sepekan lalu, mengatakan kepada abc.net.au bahwa sumber serangan belum diketahui. "Pada tahap ini, tidak ada cara untuk memastikan siapa yang menyerangnya. Mungkin bukan rudal, lebih mungkin peluru artileri atau drone. Masih belum jelas," ujarnya.
Liu menyebut kapal tanker masih tetap beroperasi setelah terkena serangan. Belum jelas mengapa kapal menjadi target atau apakah insiden itu kecelakaan. "Mereka tidak menyangka akan diserang karena kapal itu bahkan tidak bergerak," katanya.



