Kehadiran Koperasi Kelurahan Merah Putih di berbagai titik Jakarta mendapat sambutan positif dari warga. Mereka mengaku terbantu, terutama saat kebutuhan dapur mulai menipis. Hadi, warga Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, mengaku senang karena koperasi tersebut menawarkan harga lebih murah dibandingkan tempat lain.
"Kebantu, (harga) murah, lebih murah di Koperasi Merah Putih," ujar Hadi saat ditemui Liputan6.com, Rabu 15 Juli 2026. Ia cukup sering berbelanja di Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa, meskipun tidak ikut menabung. "Iya, saya sering belanja. Seneng sih (ada koperasi), lumayan dah (lebih murah). Kalau buat kita-kita orang mah lumayan (murah)," jelas Hadi.
Harga Lebih Murah dari Minimarket
Senada dengan Hadi, Isti juga mengaku sering berbelanja di koperasi yang sama karena harganya lebih murah jika dibandingkan dengan minimarket atau supermarket. "Seneng kebantu, lebih murah pasti (di koperasi). Sering (belanja) di sini," jelas Isti.
Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa diresmikan pada 9 Oktober 2025 lalu. Pendiriannya bekerja sama dengan sejumlah pihak, sedangkan biaya operasional berasal dari iuran anggota. Saat ini, total anggota mencapai kurang lebih 500 warga, dengan 5 orang pengurus dan 3 pengawas.
Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih Pondok Kelapa, Pak Tata, mengatakan bahwa pembeli di tempatnya cukup ramai. Hal ini karena harga barang kebutuhan yang dijual relatif murah. "Kalau misalnya contoh seperti telor, paling kita antara 5 sampai 7 persen (untungnya). Ada juga yang sangat tipis juga. Ada produk kan seperti contoh jarang dibeli, misalnya, itu kan kita bagi, kenapa enggak bergulir barang ini? Berarti kan harus substitute, harus ada barang pengganti," ujar Pak Tata.
Koperasi Merah Putih di Kelurahan Bangka Juga Ramai
Pengakuan serupa disampaikan Inayah, ibu rumah tangga yang sering berbelanja di Koperasi Merah Putih Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Ia senang karena koperasi tersebut menghemat uang belanjanya. "Senang. Biasanya belanja minyak goreng. (Harganya) jauh lebih murah. Senang banget, lumayan buat rakyat kayak kita ini kan kebantu," kata Inayah.
Pengurus Koperasi Merah Putih Kelurahan Bangka, Hafiz, menceritakan bahwa di tempatnya lebih banyak menjual Minyakita karena harganya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). "Minyak sebenernya itu ada Tropical, tapi beli putus juga. Kita berupaya maksimal (harga) samalah sama pasar. Kalau Minyakita pasti lebih murah karena kan kita sesuai HET. Di pasar kan bisa Rp 18.000-an, kalau HET-nya Rp 15.700. Kita jual sesuai itu," terang Hafiz.
Koperasi Merah Putih Melawai: Ramai di Akhir Pekan
Berbeda dengan Koperasi Merah Putih Melawai yang berlokasi di Blok M Hub. Meski kawasan ini ramai, beberapa pengunjung seperti Roni baru tahu keberadaannya saat niat membeli minuman. "Oh ini koperasi, baru tau saya ada yang begini," kata Roni. Ida yang datang bersama anaknya juga hanya sekadar membeli tisu. "Cuma mau beli tisu aja, baru tau kalau ada koperasi begini," jelas Ida.
Tim Liputan6.com mendatangi langsung Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun hanya ada karyawan penjaga yang bisa ditemui. Menurut karyawan tersebut, pengurus koperasi datang satu kali sepekan untuk mengecek. Sehari-hari, koperasi cukup ramai, terutama akhir pekan. "Alhamdulillah rame, apalagi kalau pas libur Sabtu Minggu, sampe penuh ini," kata Nana, karyawan koperasi.
Barang yang dijual di koperasi Melawai cukup beragam, mulai dari air mineral, minuman dingin, pampers, popok dewasa, pembalut, tisu, frozen food, hingga air galon dan gas. Menurut Nana, pembeli juga banyak dari tenant di Blok M Hub. "Lumayan banyak sih yang dari tenant-tenant di sini, beli gas, paling itu sih yang seringnya," ucap Nana.



