Gus Ipul Pastikan Bansos Triwulan III Cair 20 Juli, Diperkuat Pemberdayaan
Gus Ipul Pastikan Bansos Triwulan III Cair 20 Juli

Penyaluran Bansos Triwulan III Dimulai 20 Juli 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau sembako untuk Triwulan III periode Juli-September 2026 akan mulai disalurkan pada 20 Juli mendatang. Kepastian ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Senin (13/7/2026).

“Bansos triwulan ke-III sedang kita proses, kemarin kita sudah dapat data terbaru dari BPS, sekarang kita sedang cleansing, insyaallah dalam waktu dua-tiga hari ini sudah selesai, dan setidak-tidaknya tanggal 20 nanti sudah mulai disalurkan,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Pemutakhiran Data untuk Ketepatan Sasaran

Gus Ipul menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru, terdapat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) existing yang tetap menerima bansos, KPM yang tidak lagi menerima, serta penerima-penerima baru. Semua tergantung pada proses pemutakhiran data yang telah dilaksanakan. Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang proaktif melakukan pemutakhiran data, sehingga data semakin akurat dan bansos tepat sasaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga provinsi yang paling aktif melakukan pemutakhiran adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta Kota Bekasi menjadi kota dengan pemutakhiran data terbanyak. “Ini artinya bahwa daerah telah begitu peduli terhadap proses pemutakhiran itu, karena kita harus akui data ini yang kita terima adalah data dari daerah, dan daerahlah yang paling tahu tentang kondisi objektif warganya,” ujarnya.

Proses pemutakhiran data dimulai dari tingkat RT/RW, diteruskan ke operator data desa atau kelurahan melalui musyawarah, lalu ke Dinas Sosial setempat, sebelum ditetapkan Bupati/Wali Kota dan diserahkan ke Kemensos. Data kemudian diverifikasi dan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dan setiap tiga bulan hasil pemutakhiran yang telah diverifikasi diserahkan kembali ke Kemensos untuk penyaluran bansos. “Intinya dengan pemutakhiran ini diharapkan yang namanya bansos ini diterima oleh mereka yang berhak,” imbuhnya.

Program Pemberdayaan untuk Kemandirian

Di samping pemutakhiran data, Gus Ipul menambahkan bahwa penyaluran bansos akan ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan, sesuai dengan paradigma “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”. “Nah setelah diterima oleh mereka yang berhak, akan ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan. Ini yang baru dari Pak Presiden Prabowo, jadi tidak hanya diberi bansos, tapi kita kuatkan dengan pemberdayaan, sehingga keluarga-keluarga ini nanti terukur bisa naik kelas,” kata Gus Ipul.

Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu KPM akan didorong untuk mengikuti program pemberdayaan tahun ini. “Kita harapkan mereka tahun berikutnya nanti sudah tidak menerima bansos lagi, tapi mengembangkan usaha yang hasilnya lebih besar daripada mereka yang menerima bansos,” jelasnya. Ada tiga bentuk pemberdayaan yang akan diberikan sesuai hasil asesmen masing-masing KPM: peningkatan keterampilan, memperkuat akses, dan memperkuat aset. “Ya kita coba apanya dulu, (misal) mereka butuh peningkatan keterampilan atau mereka butuh tambahan aset, tempat untuk usaha misalnya, atau mungkin juga yang ketiga aksesnya dibuka, mungkin dikerjasamakan dengan banyak pihak,” pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga