Miliarder dan investor paling sukses di dunia, Warren Buffett, yang kini berusia 95 tahun, merefleksikan perjalanan hidupnya dengan sebuah pengakuan mengejutkan. Ia merasa dirinya adalah salah satu dari sepuluh orang paling beruntung di dunia.
Faktor Keberuntungan dalam Filosofi Filantropi
Faktor keberuntungan inilah yang mendasari filosofi filantropi besar Buffett untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya kepada mereka yang membutuhkan. "Perspektif yang saya miliki adalah, dari 8 miliar orang di dunia, saya mungkin termasuk salah satu dari 10 orang paling beruntung di dunia," ujar Buffett dalam wawancara khusus bersama Becky Quick dari CNBC dalam program "Squawk Box".
Buffett dikenal sebagai salah satu dermawan terbesar di dunia. Melalui The Giving Pledge, ia berkomitmen untuk menyumbangkan lebih dari 99 persen kekayaannya selama hidup atau setelah wafat. Hingga saat ini, ia telah menyumbangkan miliaran dolar untuk berbagai yayasan, terutama Bill & Melinda Gates Foundation.
Warren Buffett dan Pandangannya tentang Kekayaan
Dalam wawancara tersebut, Buffett menekankan bahwa keberuntungan memainkan peran besar dalam kesuksesannya. Ia lahir di Amerika Serikat pada waktu yang tepat, memiliki orang tua yang mendukung, dan bakat yang sesuai dengan pasar. "Saya memenangkan lotere rahim," katanya, merujuk pada keberuntungan dilahirkan di negara dan era yang memberinya peluang besar.
Pernyataan ini menjadi pengingat akan kerendahan hati seorang miliarder yang tetap hidup sederhana meskipun memiliki kekayaan luar biasa. Filosofi Buffett menginspirasi banyak orang untuk berbagi dan menggunakan kekayaan demi kebaikan bersama.



