Basarnas Perluas Pencarian Korban KM Salsa ke Sabalana hingga NTB
Basarnas Perluas Pencarian Korban KM Salsa ke Sabalana

Tim SAR gabungan mulai memfokuskan pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ke wilayah Kepulauan Sabalana hingga perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Keputusan ini diambil berdasarkan analisis data arus laut yang digunakan sebagai acuan operasi.

"Berdasarkan analisis data arus laut yang kami gunakan sebagai acuan operasi, terdapat potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan Nusa Tenggara Barat," kata Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, dalam keterangannya pada Rabu (22/7).

Pembagian Sektor Operasi

Memasuki hari kedelapan, tim SAR gabungan membagi area operasi menjadi dua sektor. KN SAR Pacitan bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) melaksanakan penyisiran di bagian timur Kepulauan Sabalana, khususnya pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Sementara itu, KLM Mattoangin melakukan penyisiran di bagian barat Kepulauan Sabalana.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Oleh karena itu, pencarian juga akan terus kami laksanakan dan pantau pada jalur perairan yang mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait," ujar Andi.

Tantangan Cuaca dan Keselamatan Personel

Andi menjelaskan bahwa kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana memaksa personel bergerak lebih hati-hati tanpa mengurangi intensitas pencarian.

"Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi, karena keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Tapi, pencarian tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar tetap efektif dan aman," jelasnya.

Data Korban Terkini

Hingga hari kedelapan operasi, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang selamat, 3 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Andi menambahkan, "Satu jenazah masih belum dapat dipastikan, apakah ia adalah salah satu dari penumpang KM Nurul Salsa, kami masih menunggu info dari tim DVI."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga