Bansos Terpusat di Kopdes, Zulhas Dorong Peran KDKMP Makin Kuat
Bansos Terpusat di Kopdes, Zulhas Dorong Peran KDKMP

Pemerintah memastikan seluruh bantuan sosial (bansos) akan disalurkan terpusat melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan rencana ini dalam Seminar Nasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Makassar, Selasa (4/8/2026).

Perpres Segera Terbit, Kopdes Jadi Kekuatan Baru

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menegaskan bahwa tata kelola KDKMP akan diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) yang tengah disusun. Perpres ini akan memberikan kewenangan penuh bagi Kopdes dalam menyalurkan bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan bantuan lainnya.

"September ini saya sedang susun Perpres, Peraturan Presiden, jadi akan kuat sekali. Nanti Kopdes ini akan powerfull. Bantuan-bantuan pemerintah nanti adanya di Kopdes, apa contohnya, bantuan sosial dari kemensos seluruhnya ke Kopdes," tegas Zulhas dalam keterangan tertulisnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Distribusi Langsung ke Rumah Warga

Dengan skema ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk menerima bantuan logistik. Pengurus Kopdes akan mengambil alih distribusi langsung ke rumah-rumah penduduk di setiap pelosok desa.

"Pupuk, gas elpiji kemudian pos sampainya di Kopdes. Kantor pos sampai Kopdes, Kopdes yang akan sampaikan ke rumah-rumah. Jadi setiap desa, selesainya di Koperasi Merah Putih," paparnya.

Skema terpusat ini juga mencakup akses permodalan bagi warga desa. Berbagai dukungan pemerintah, mulai dari alat pertanian hingga kucuran dana, akan bermuara pada satu pintu.

"Penyaluran kredit lewat Kopdes Merah Putih, bantuan-bantuan alsintan melalui Kopdes. Bantuan apapun dari pemerintah semua melalui Kopdes," tambah Zulhas.

Restu Presiden dan Fungsi Offtaker

Terobosan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) ini telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Keputusan diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden atas permintaan Zulhas.

"Sudah ratas bapak Presiden yang pimpin, bapak Presiden sudah putuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin bapak Presiden langsung atas permintaan saya," tegasnya.

Selain menyalurkan bansos, Kopdes juga akan berfungsi sebagai offtaker untuk melindungi harga jual komoditas petani. Jika ada hasil panen yang sulit terserap pasar, koperasi siap membelinya langsung.

"Dia (Kopdes Merah Putih) juga sebagai off taker. Bulog itu adanya di kabupaten, jadi nanti pembelian gabah itu nanti yang beli Kopdes, sewa gudang Bulog tidak usah ke tempat lain, sewanya di Kopdes," terangnya.

Meluruskan Persepsi tentang Koperasi

Zulhas meluruskan anggapan keliru bahwa koperasi identik dengan supermarket. Menurutnya, Kopdes adalah infrastruktur pemerintah yang menguntungkan warga, bukan sekadar pusat perbelanjaan.

"Bayangan orang koperasi itu supermarket, bukan. Kalau jadi infrastruktur pemerintah, jadi offtaker untungnya banyak, berkembang koperasinya. Ada tematik, ada koperasi pariwisata, terserah, maju dulu. Tapi yang paling inti koperasi itu infrastruktur pemerintah dan offtaker," jelasnya.

Seminar KDKMP: Menyerap Aspirasi Warga

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menekankan pentingnya kolaborasi publik. Seminar KDKMP digelar rutin di berbagai wilayah untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.

"Ini menjadi forum publik untuk menyerap aspirasi, usul, saran yang lebih sifatnya konstruktif. Dan ini (Seminar KDKMP) adalah yang kedua yang kami laksanakan. Pertama di Jakarta, ini yang kedua berarti Sulawesi Selatan. Besok di Ternate, di Maluku Utara," tegas Yandri.

Asta Cita dan Lilin-Lilin di Desa

Kemendes merancang KDKMP sebagai implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun negara dari tingkat desa. Peran masyarakat lokal sangat diandalkan untuk menopang kemajuan ekonomi nasional secara merata.

"Indonesia tidak akan bersinar terang benderang hanya satu obor di Monas, tapi Indonesia akan terang benderang bilamana lilin-lilin kecil menyala di desa-desa seluruh Indonesia. Maka lilinnya itu sekarang insyaallah adalah Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih," jelasnya.

Program ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Warga desa diajak bersinergi dan proaktif memanfaatkan layanan KDKMP demi meraih kesejahteraan finansial bersama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

"Jadi mari semua kepala desa, perangkat desa, BPD, masyarakat desa, masyarakat kelurahan, ayo kita kawal KDKMP ini, insyaallah akan menjadikan Indonesia Emas 2045 menjadi kenyataan," pungkas Yandri.