Momentum Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026 dimanfaatkan Alfamart untuk mempercepat penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Program yang telah memasuki tahun keempat ini menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan. Selain bantuan telur, Alfamart juga memberikan edukasi gizi bagi para orang tua agar intervensi berjalan optimal melalui perubahan pola asuh, kebiasaan makan, dan pemahaman tentang gizi seimbang sejak dini.
Edukasi Gizi di Kota Bogor
Di Kota Bogor, sebanyak 35 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti edukasi gizi di Mikro Cinema Layar Digi Alfamart pada Rabu (8/7/2026). Dietisien Bangun Hidup Sehat Wellness Center, Aqila Maharani, menjelaskan bahwa stunting dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, lingkungan tidak sehat, pola asuh yang belum optimal, dan terbatasnya akses pelayanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya protein hewani seperti telur untuk mendukung pertumbuhan, disertai makanan bergizi seimbang lainnya.
Aqila juga meluruskan mitos bahwa konsumsi telur menyebabkan bisulan. "Bisulan bukan disebabkan karena terlalu banyak makan telur, melainkan akibat infeksi bakteri. Jadi, orang tua tidak perlu khawatir memberikan telur kepada anak selama dikonsumsi sesuai kebutuhan gizinya," kata Aqila dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026). Para orang tua juga diberikan contoh menu sederhana berbahan telur, seperti omelet sayur, sup telur, semur telur, dan telur gulung sayuran.
Pelaksanaan di Berbagai Daerah
Selain Bogor, program edukasi serupa digelar di Kabupaten Tegal, Sumedang, Jember, Serang, Kendal, Lampung, dan kota lainnya. Program STS menyasar anak usia 1–3 tahun yang terindikasi stunting berdasarkan data Dinas Kesehatan dan kader Posyandu. Sejak Mei 2026, setiap anak menerima satu butir telur setiap hari selama enam bulan, disalurkan secara periodik melalui Dinas Kesehatan atau kader Posyandu.
Perluasan Jangkauan dari Tahun ke Tahun
Program STS menunjukkan peningkatan dampak signifikan. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota. Pada 2024, penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Tahun 2025, jangkauan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota dengan distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak. Pada 2026, program mencapai skala terbesar: lebih dari 510.000 butir telur untuk 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyatakan bahwa program ini terus dikembangkan berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya. "Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia," ujar Rani.
Dampak Positif terhadap Status Gizi Anak
Berdasarkan monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai indikator perbaikan status gizi. Rani menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang disalurkan, tetapi juga perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi gizi anak. "Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Harapannya, manfaat Program Satu Telur Sehari tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting," pungkas Rani.



