93 Persen Huntara di Sumatera Rampung, 7 Persen Terkendala di Aceh
93 Persen Huntara Sumatera Rampung, 7 Persen di Aceh

Pemerintah mencatat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Sumatera telah mencapai 93 persen hingga awal Mei 2026. Hanya sisa 7 persen pembangunan masih tertahan dan terkonsentrasi di Provinsi Aceh.

Progres Pembangunan Huntara

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, menyatakan dari total rencana 20.473 unit huntara, sebanyak 19.169 unit telah rampung dibangun. “Untuk huntara ini yang sudah selesai sebesar 93 persen ya, dari rencana 20.473 ini sudah selesai terbangun 19.169. Itu data angka,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kemendagri, Rabu (6/5/2026).

Sisa Pembangunan di Aceh

Sisa pembangunan sebesar 7 persen saat ini masih dalam tahap pendataan rinci sekaligus proses konstruksi di lapangan. Proyek huntara tersebut melibatkan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah pusat, tetapi juga kementerian/lembaga terkait. “Memang progres data ini ya, sisa dari sebesar 7 persen ini itu dalam tahap pendataan secara detail untuk Huntara ya. Nah, kita menerima data tentunya yang 93 persen ini sudah terlaporkan dan 7 persen sementara progres terbangun,” jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Amran, lokasi pembangunan huntara yang belum tuntas seluruhnya berada di Aceh. Sementara wilayah terdampak lain seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara secara umum telah menyelesaikan pembangunan hunian sementara. “Kalau untuk Huntara ada di Aceh yang memang yang belum terselesaikan ya, ya di Aceh,” kata dia.

Prioritas Pemerintah

Amran menegaskan percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan seluruh pengungsi memiliki tempat tinggal layak dalam masa transisi sebelum menempati hunian tetap (huntap). Meski belum sepenuhnya rampung, Amran memastikan mayoritas masyarakat terdampak bencana sudah tertampung di huntara yang tersedia. Pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian sisa unit agar seluruh kebutuhan hunian sementara dapat terpenuhi dalam waktu dekat.

Selain itu, pembangunan huntara dilakukan secara paralel dengan perencanaan hunian tetap yang membutuhkan waktu lebih panjang karena harus memenuhi standar kualitas bangunan. “Bahwa para pengungsi itu sudah tertampung di Huntara. Berproses untuk pindah menetap sesuai dengan data yang telah ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah untuk menempati Huntap,” kata Amran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga