Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat lima kecamatan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau ekstrem 2026. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Namun, tidak seluruh desa dan kelurahan di lima kecamatan tersebut mengalami kondisi yang sama.
Lima Kecamatan Zona Rawan Kekeringan
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyatakan bahwa kelima kecamatan tersebut sebelumnya telah masuk dalam zona rawan kekeringan yang dipetakan BPBD. Berdasarkan hasil kajian kebencanaan, sekitar 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang memiliki potensi terdampak kekeringan selama puncak musim kemarau.
"Dari hasil kajian memang potensi-potensi itu sudah dibuat. Kejadian yang terjadi di Kabupaten Tangerang adalah bencana kebanjiran, bencana puting beliung, termasuk di dalamnya adalah kekeringan. Kurang lebih sekitar 20 kecamatan mengalami rawan kekeringan," jelas Taufik pada Rabu (22/7).
Penyaluran Bantuan Air Bersih
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak. Penyaluran dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa maupun kelurahan agar distribusi bantuan tepat sasaran.
Taufik menambahkan bahwa pihaknya juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja (TKR), guna memastikan ketersediaan pasokan air bersih apabila dampak kekeringan semakin meluas.
"Kita antisipasi sambil berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Contohnya dengan Perumdam agar nanti bisa bantu menyiapkan air bersih sebagai bantuannya," katanya.
Siaga 24 Jam di Pos Pemadam Kebakaran
BPBD juga menyiagakan personel dan armada di 14 pos pemadam kebakaran yang beroperasi secara bergiliran selama 24 jam. Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) siaga penuh menerima laporan darurat 24 jam, baik dari pos lapangan maupun laporan langsung dari masyarakat.
"Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) siaga penuh menerima laporan darurat 24 jam, baik dari pos lapangan maupun laporan langsung dari masyarakat," ujar Taufik.



