Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jupiter, mengungkapkan bahwa masih banyak rumah di kawasan padat penduduk Jakarta yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak. Berdasarkan aspirasi warga di RW 03 Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, sekitar 120 rumah belum memiliki tangki septik atau septic tank.
Limbah Rumah Tangga Masih Dibuang ke Kali
Akibat minimnya fasilitas sanitasi, sebagian warga masih membuang limbah rumah tangga ke aliran kali. Hal ini dinilai berdampak buruk pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
"Masih ada warga yang belum menikmati sanitasi layak. Ini harus menjadi perhatian," ujar Jupiter dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026). Menurut dia, persoalan serupa juga ditemukan di kawasan Palmerah, Sukabumi Selatan, dan Srengseng.
Pemerintah Diminta Percepat Penyediaan Sanitasi
Jupiter meminta pemerintah daerah mempercepat penyediaan fasilitas sanitasi, khususnya di wilayah permukiman padat. Ia mendesak Dinas Sumber Daya Air serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk mengalokasikan anggaran pembangunan fasilitas sanitasi komunal.
"Pemerintah harus hadir melalui program dan anggaran, bukan hanya mengandalkan tanggung jawab sosial perusahaan," kata Jupiter.
Sanitasi Hanya Salah Satu Kebutuhan Dasar
Selain sanitasi, Jupiter menilai akses air bersih dan keselamatan jalan masih menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada proyek infrastruktur berskala besar, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar warga di tingkat permukiman.
"Pembangunan harus dirasakan sampai ke lingkungan permukiman," tandas Jupiter. Ia berharap pemerataan layanan dasar menjadi prioritas pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Jakarta.



