KOMPAS.com - Empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Jerman, dan Belanda, melalui perguruan tinggi masing-masing berkolaborasi menyelenggarakan Sustainable Blue Economy (STABLE) Summer School 2026. Program ini bertujuan menyiapkan generasi baru yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim, degradasi ekosistem laut, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Program Lintas Disiplin Ilmu
Program STABLE Summer School 2026 mempertemukan mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam lintas disiplin ilmu yang berfokus pada Solusi Berbasis Alam dan Ekonomi Biru Berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung sejak 5 hingga 14 Juli 2026. Peserta akan mendapatkan pemahaman komprehensif tentang konsep ekonomi biru yang berkelanjutan serta aplikasinya dalam konteks regional ASEAN dan Eropa.
Kolaborasi Tiga Tahun ASEAN-Eropa
STABLE Summer School merupakan bagian dari kolaborasi tiga tahun antara perguruan tinggi di Eropa dan ASEAN. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan dan penelitian di bidang Blue Economy. Dengan melibatkan institusi dari empat negara, program ini diharapkan dapat menciptakan jejaring riset dan pendidikan yang solid dalam menghadapi isu-isu kelautan global.
Menurut keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, inisiatif ini merupakan respons terhadap kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-14 tentang ekosistem laut.
Dampak dan Manfaat
Melalui STABLE Summer School, peserta diharapkan mampu mengembangkan solusi inovatif berbasis alam untuk mengatasi degradasi ekosistem laut dan perubahan iklim. Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dari perspektif multidisiplin. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas institusi pendidikan tinggi di ASEAN dan Eropa dalam bidang ekonomi biru.



