Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman terbaru terhadap para pemimpin Iran yang dituding ingin menghancurkan Israel. Ancaman ini disampaikan saat Teheran menggelar prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.
Pernyataan Keras Katz
Katz dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (6/7/2026), mengingatkan bahwa Israel-lah yang telah menewaskan Khamenei. Menurut juru bicara Katz yang dikutip CNN, ia menegaskan bahwa setiap pemimpin Iran yang 'berupaya menjalankan rencana untuk menghancurkan Israel akan digagalkan'.
'Khamenei, yang pemakamannya sedang berlangsung saat ini, telah dilenyapkan oleh Israel karena dia memprakarsai dan memimpin rencana penghancuran Israel, baik di dalam Iran maupun di seluruh kawasan,' ucap Katz.
Serangan Gabungan Israel-AS
Katz menambahkan bahwa serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran telah 'menghilangkan ancaman eksistensial langsung yang dihadapi Israel serta melumpuhkan kemampuan strategis Iran secara parah'. Pernyataan ini disampaikan di tengah rangkaian seremoni pemakaman Khamenei yang berlangsung beberapa hari, sejak Jumat (3/7) pekan lalu.
Jenazah Khamenei mulai dibawa melintasi ibu kota Iran dengan diiringi kerumunan besar pelayat, setelah disemayamkan dua hari di kompleks Grand Mosalla di Teheran.
Kronologi Gugurnya Khamenei
Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya gugur dalam serangan udara di kediamannya pada 28 Februari lalu, saat Israel dan AS membombardir target-target di wilayah Iran. Sebelumnya, komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya -- markas operasional gabungan militer Iran, Ali Abdollahi, telah memperingatkan Israel dan AS untuk tidak melancarkan serangan saat prosesi pemakaman Khamenei berlangsung.
Abdollahi menegaskan bahwa Tel Aviv dan Washington akan menyesal jika mengganggu prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran itu. 'Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis, untuk menghindari kesalahan perhitungan dan untuk mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi yang ditujukan kepada negara kami,' tegas Abdollahi dalam pernyataan yang dilaporkan media pemerintah Iran pada Kamis (2/7) pekan lalu.



