UM Luncurkan Delapan Prodi Baru S2 dan S3 untuk Transformasi Pendidikan
UM Luncurkan Delapan Prodi Baru S2 dan S3

Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi meluncurkan delapan program studi baru untuk jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) yang akan mulai beroperasi pada tahun akademik 2026/2027. Peluncuran ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 UM, Malang, Jawa Timur.

Transformasi Pendidikan sebagai Kebutuhan Mendesak

Acara peluncuran prodi baru ini berlangsung bersamaan dengan seminar bertajuk "Strategi Transformasi Pembelajaran" yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, menegaskan bahwa transformasi dalam pendidikan tinggi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu kebutuhan yang mendesak di era modern ini.

"Kami ingin menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan membuka prodi-prodi baru ini, UM berkomitmen untuk merespons tantangan global dan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang," ujar Prof. Hariyono dalam sambutannya.

Delapan Prodi Baru untuk Masa Depan

Meskipun detail spesifik dari delapan prodi baru tersebut belum diumumkan secara lengkap, pihak universitas menyatakan bahwa program-program ini dirancang untuk menjawab isu-isu kontemporer dan meningkatkan daya saing lulusan. Prodi baru ini diharapkan dapat menarik minat calon mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Peluncuran prodi baru ini merupakan bagian dari strategi besar UM untuk memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terdepan di Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan visi universitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan penambahan prodi baru, UM berharap dapat meningkatkan kontribusinya dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah transformasi pendidikan di Indonesia.