Ristiana Artanti (19) sempat meragukan kemampuannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Gadis asal Karangsari, Kulon Progo, DI Yogyakarta, ini menganggap kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya sebuah mimpi besar. Kondisi ekonomi keluarga yang tidak menentu menjadi kekhawatiran utama.
Ayah Risti, Rubikan (47), bekerja sebagai buruh proyek dengan penghasilan tidak tetap. Sementara ibunya, Winarni (47), adalah seorang ibu rumah tangga yang sebelumnya pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Yogyakarta. Meski demikian, semangat Risti tidak pernah pudar.
Penerimaan di UGM Melalui SNBP
Mimpi Risti akhirnya menjadi kenyataan setelah ia diterima di Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi UGM. Penerimaan ini melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Jalur ini memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi.
Risti mengaku sangat bersyukur atas kesempatan ini. Ia bertekad untuk memanfaatkan kesempatan belajar di UGM sebaik mungkin. Dukungan dari keluarga dan teman-teman menjadi motivasi tambahan baginya.
Kisah Risti menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, mimpi dapat diwujudkan.



