Dunia Hari Ini: Polisi Buru Pelaku Penembakan Mematikan di Afrika Selatan
Polisi Buru Pelaku Penembakan Mematikan di Afrika Selatan

Polisi Buru Pelaku Penembakan Mematikan di Afrika Selatan

Polisi Afrika Selatan tengah memburu lebih dari sepuluh tersangka terkait serangan mematikan di permukiman kumuh Jumpers, Cleveland, sekitar enam kilometer dari pusat kota Johannesburg. Insiden yang terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 waktu setempat itu menewaskan 12 orang.

Menurut pernyataan resmi polisi, para pelaku tiba dengan sebuah minibus Toyota putih dan memasuki lokasi dari dua titik akses. Mereka melepaskan tembakan di beberapa tempat sebelum melarikan diri dengan kendaraan yang sama. Korban terdiri dari sembilan laki-laki dan tiga perempuan. Sebelas orang meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal di rumah sakit. Motif serangan masih belum diketahui, dan belum ada penangkapan yang dilakukan.

Vonis Pengadilan Militer untuk Kasus Andrie Yunus

Empat perwira intelijen militer dijatuhi hukuman penjara hingga tiga tahun karena terbukti menyiram aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus dengan air keras. Hukuman ini lebih ringan dari tiga dakwaan yang diajukan. Masing-masing perwira menerima hukuman terpisah: tiga tahun, dua setengah tahun, dua tahun, dan satu setengah tahun. Dua perwira yang terbukti menyiram air keras diberhentikan secara tidak hormat dari militer.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Direktur eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai vonis tersebut meremehkan tingkat keparahan serangan yang mengancam jiwa Andrie. Ia menyatakan bahwa vonis gagal mempertimbangkan keterlibatan aktor lain atau rantai komando, padahal investigasi independen baru-baru ini menuduh setidaknya 14 orang terlibat. Putusan ini dinilai melindungi integritas institusional militer dan melindungi rantai komando dari pengawasan.

Dakwaan untuk Kebakaran Kompleks Apartemen Hong Kong

Tujuh orang dan dua perusahaan didakwa atas kebakaran apartemen paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Hong Kong. Kebakaran di Wang Fuk Court yang menewaskan 168 orang tahun lalu memicu penyelidikan berbulan-bulan. Dakwaan meliputi pembunuhan, konspirasi penipuan, pencucian uang, upaya menghalangi keadilan, dan penggelapan pajak. Pengacara Victor Dawes sebelumnya menyatakan hampir semua sistem keselamatan kebakaran gagal akibat kesalahan manusia.

Serangan Beruang di Jepang Meluas

Serangan beruang terbaru di Jepang pekan lalu melukai empat orang dan terekam kamera CCTV di pabrik baja Fukushima. Ini mengingatkan pada rekor jumlah korban tahun lalu: 13 tewas dan lebih dari 220 terluka akibat pertemuan dengan beruang, termasuk di jalan-jalan kota. Lembaga Kumamap mencatat hampir 5.000 pertemuan dengan beruang antara April dan Juni, meningkat 36 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pemerintah Jepang memperkirakan populasi beruang sekitar 58.000 ekor pada Maret. Para pejabat berencana mengelola populasi beruang dengan pemusnahan massal sistematis, melipatgandakan staf pengendalian beruang, dan jumlah perangkap beruang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga