KOMPAS.com - Fase kuliah sering dianggap menakutkan bagi sebagian orang. Namun, tidak demikian halnya dengan Dhia Hana. Mahasiswi ini justru menempuh pendidikan di dua jurusan sekaligus di dua universitas berbeda. Bidang ilmu yang dipilihnya pun tidak saling berkaitan, berasal dari rumpun STEM dan non-STEM. Hana tercatat sebagai mahasiswa Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga (Unair) sekaligus mahasiswa Jurusan Arsitektur di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Kecintaan pada Ilmu Pengetahuan
Hana memang memiliki kecintaan yang mendalam terhadap ilmu pengetahuan. Ditambah lagi, keluarganya menjadikan pendidikan sebagai warisan paling berharga. Menurutnya, kesempatan untuk terus belajar adalah hal yang sangat disukainya. Ia meyakini bahwa dalam ajaran Islam, kelelahan dalam menuntut ilmu memiliki nilai yang tinggi.
"Kesempatan untuk belajar lagi merupakan hal yang saya sukai. Dalam Islam, lelahnya menuntut ilmu adalah sesuatu yang bernilai. Dari pendidikan, kita mendapatkan kebijaksanaan, keahlian, dan pemahaman yang tidak bisa dibeli dengan uang," ujar Hana, Senin (1/6/2026), dilansir dari situs Umsura, Minggu (7/6/2026).
Dua Jurusan Berbeda, Dua Tantangan Berbeda
Keputusan Hana untuk mengambil dua jurusan yang berbeda tentu bukan tanpa tantangan. Ia harus membagi waktu antara perkuliahan di dua kampus yang berbeda lokasi. Namun, semangatnya untuk menimba ilmu membuatnya mampu menjalani semua itu dengan baik. Hana berharap pengalaman ini dapat membantunya meraih cita-cita di masa depan.
Dengan mengambil dua bidang yang berbeda, Hana ingin memperluas wawasan dan kemampuannya. Ia percaya bahwa kombinasi ilmu dari dua disiplin yang berbeda dapat memberikan perspektif unik dan nilai tambah dalam kariernya kelak.



