DPRD DKI Gencarkan Edukasi Pilah Sampah ke Warga Jakarta
DPRD DKI Edukasi Warga Pilah Sampah dari Sumber

DPRD DKI Jakarta terus menggencarkan sosialisasi gerakan pemilahan sampah kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama mengatasi persoalan sampah di ibu kota. DPRD mendukung penuh kebijakan yang telah dicanangkan Pemprov DKI Jakarta melalui peraturan gubernur terkait pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat berkurang. Selain itu, kebiasaan tersebut juga meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah demi mewujudkan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

RW 12 Cawang Jadi Percontohan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyatakan bahwa RW 12 Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi salah satu wilayah percontohan sesuai Instruksi Gubernur No. 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah dari Sumbernya. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan gerakan perubahan budaya. Persoalan sampah tidak hanya dapat diselesaikan dengan mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif warga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Semangat inilah yang harus terus kita jaga," ujar Wibi dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026). Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri audiensi bersama warga RW 12, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (10/6).

Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup

Untuk memaksimalkan pemilahan sampah secara mandiri, Wibi akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI guna membantu warga RW 12. Menurut Wibi, pertemuan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam gerakan pilah sampah. "Karena menjaga lingkungan bukan hanya tugas orang tua atau pengurus wilayah, tetapi tugas kita semua," tutur Wibi.

Sinergitas antara pemerintah provinsi dengan warga sangat penting untuk mengatasi masalah sampah. Pengelolaan sampah secara individu atau kelompok tertentu tidak dapat berjalan optimal. Diperlukan kerja sama yang solid antara elemen masyarakat, pemerintah, hingga sektor swasta.

"Baiknya juga pemerintah dan swasta harus mendukung kegiatan pemilahan sampah seperti ini," kata Wibi. Ia berharap keberhasilan gerakan pemilahan sampah mandiri di Jakarta Timur dapat direplikasi secara masif di seluruh wilayah kota.

Apresiasi dari Sudin LH Jakarta Timur

Sementara itu, Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, mengapresiasi konsistensi warga RW 12 Kelurahan Cawang dalam memilah sampah secara mandiri dari sumber. Warga RW 12 telah berhasil memisahkan sampah berdasarkan jenis, mulai dari sampah organik, anorganik, B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), hingga residu. Edukasi dan sosialisasi kepada warga akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga dapat berperan aktif secara konsisten.

Upaya itu, lanjut Julius, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi persoalan sampah dari hulu ke hilir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga