Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mewisuda sebanyak 1.404 lulusan pada Tahun Akademik 2025/2026 dalam sebuah sidang senat terbuka di Kampus IPDN Jatinangor, Senin (27/7/2026). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian hadir langsung dalam acara tersebut dan menyampaikan pidato yang menekankan tingginya permintaan terhadap lulusan IPDN dari berbagai kepala daerah di Indonesia.
Wisuda 1.404 Lulusan IPDN
Ratusan lulusan yang dilepas terdiri dari 1.204 orang lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, 73 lulusan Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, dan 45 lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan. Angka ini mencerminkan komitmen IPDN dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas di bidang pemerintahan.
Kompetensi Unggul Lulusan IPDN
Menurut Mendagri Tito, daya tarik lulusan IPDN terletak pada keseimbangan antara kemampuan akademik dan pembentukan karakter. "Banyak kepala daerah yang sudah request lulusan IPDN, karena lulusan IPDN ini bukan hanya belajar akademik, mereka juga belajar kesamaptaan, jasmani, kesehatan, mental ideologi, nasionalisme, integritas, disiplin dan lain-lain. Itu yang membuat mereka banyak diminati," ujar Tito dalam sambutannya.
Kepala daerah dari berbagai wilayah diketahui telah mengajukan permohonan penempatan lulusan IPDN, namun Mendagri menegaskan bahwa tidak semua permintaan dapat dipenuhi. Ia berharap para lulusan bisa mendapatkan pengalaman bertugas di berbagai daerah sebelum akhirnya kembali ke daerah asal.
Harapan Mendagri untuk Lulusan
Dalam kesempatan yang sama, Tito berharap para lulusan mampu melahirkan kebijakan publik yang berbasis ilmu pengetahuan serta menjawab tantangan birokrasi di berbagai daerah. "Kehadiran para pemikir muda bidang kepamongprajaan ini diharapkan menjadi angin segar bagi tata kelola birokrasi nasional yang berbasis pengetahuan. Jadi para wisudawan IPDN ini diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan baru yang berbasis pada pengetahuan, yang berlandaskan teori," tegasnya.
Khusus bagi lulusan Program Sarjana Terapan, Mendagri meminta mereka mampu beradaptasi dengan kondisi masyarakat yang beragam saat bertugas di daerah. Hal ini dianggap penting untuk memastikan kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Lulusan Terbaik IPDN
Rektor IPDN Halilul Khairi mengumumkan sejumlah lulusan terbaik dari masing-masing program. Untuk Program Sarjana Terapan, lulusan terbaik diraih oleh Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84. Ia juga menerima penghargaan Kartika Astha Brata sebagai lulusan terbaik program tersebut.
Penghargaan lulusan terbaik juga diberikan kepada Elliya Nurul Firdaus untuk Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, Dr. Iin Mutmainnah untuk Program Doktor Ilmu Pemerintahan, serta Ridwan Mochamad Ramdhani untuk Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan. Prestasi ini menunjukkan kualitas pendidikan yang dihasilkan oleh IPDN dalam mencetak pamong praja unggulan.



