Mohamad Toriq Anwar, pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia menjadi salah satu dari tiga Purna Praja yang memperoleh kehormatan istimewa, yakni penyematan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto.
Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir dari keluarga sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai petani sekaligus peternak bebek petelur. Telur bebek yang dihasilkan kemudian dijual ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya. Sementara itu, kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu yang jaraknya tidak jauh dari rumah.
Perjuangan Keluarga Petani Menembus Seleksi IPDN
Di tengah keterbatasan ekonomi, Toriq tetap memberanikan diri mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada tahun 2022. Baginya, IPDN adalah sekolah kedinasan dengan ikatan dinas yang membiayai seluruh kebutuhan hidup dan pendidikan para praja. Hal ini menjadi pendorong tekadnya untuk mengangkat derajat keluarga.
Setelah dinyatakan lolos, Toriq juga harus menghadapi tantangan biaya saat mengikuti seleksi. Lokasi tes di Semarang berjarak sekitar empat hingga lima jam perjalanan dari Banyumas. Keluarganya harus mengusahakan biaya transportasi dan administrasi, bahkan kadang terkendala keterbatasan finansial.
Dalam pernyataannya di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7), Toriq menuturkan, "Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah. Untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan."
Ia juga mengungkapkan kesulitan keluarganya dalam memenuhi kebutuhan seleksi. "Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu," tuturnya.
Nilai SKD 455 dan Hasil Seleksi Gemilang
Perjuangan Toriq membuahkan hasil. Ia berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Ia bahkan mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan meraih peringkat pertama pada sesi seleksinya. Pada hasil akhir tingkat Provinsi Jawa Tengah, Toriq berhasil menduduki peringkat kedua.
Momen Bersejarah Disematkan Presiden
Puncak kebanggaan datang saat Toriq terpilih sebagai salah satu dari tiga perwakilan purna praja yang disematkan langsung tanda pangkatnya oleh Presiden Prabowo Subianto. Momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah," ujar Toriq.
Tekad Mengabdi untuk Indonesia Emas 2045
Prestasi yang diraih Toriq semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah. Ia berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkas Toriq.
Perjalanan Toriq dari keluarga petani hingga menjadi Pamong Praja Muda menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk meraih pendidikan tinggi dan cita-cita mulia. Dengan kerja keras, doa, dan dukungan keluarga, ia mampu menembus seleksi ketat IPDN dan mengukir prestasi di tingkat nasional.



