Buku Yunani Kuno Kembali ke Perpustakaan Australia Setelah 150 Tahun
Buku Yunani Kuno Kembali ke Perpustakaan Australia

Ross Simmons, warga setempat, secara tidak sengaja menemukan buku tentang peninggalan Yunani kuno saat melakukan renovasi rumahnya. Buku tersebut tersimpan di dalam sebuah peti teh yang disemen kokoh di balik dinding perapian tua. Menurut laporan Kompas.com, buku telah mengalami kerusakan akibat air dan berada di tempat tersebut selama lebih dari satu abad.

Penemuan di Balik Dinding Perapian

Renovasi rumah yang dilakukan Ross Simmons berubah menjadi momen penemuan yang tak terduga. Saat membuka dinding perapian, ia mendapati peti teh yang tertutup rapat. Setelah membukanya, Ross melihat sebuah buku dengan sampul tua yang memuat pembahasan tentang peradaban Yunani kuno. Peti teh yang disemen tersebut seolah menjadi tempat penyimpanan rahasia, tanpa diketahui oleh siapa pun selama bertahun-tahun.

Buku tersebut tampak sudah lama tidak tersentuh. Lembar-lembar di dalamnya rapuh dan terdapat bekas lembab yang merusak sebagian halaman. Meski begitu, Ross mengaku bahwa niat awalnya hanyalah membersihkan rumah, bukan mencari barang berharga. Temuan ini kemudian mendorongnya untuk mengembalikan buku itu ke perpustakaan umum, mengingat benda tersebut memiliki nilai sejarah dan pengetahuan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengembalian ke Perpustakaan Kiama

Pekan lalu, Ross Simmons menyerahkan buku itu ke Perpustakaan Kiama, sebuah perpustakaan umum di kota pesisir Australia. Kiama sendiri merupakan sebuah kota di New South Wales yang terkenal dengan panorama pantainya dan dikenal sebagai tujuan wisata keluarga. Dengan diterimanya kembali buku tersebut, perpustakaan kini memiliki koleksi istimewa yang menceritakan sejarah panjang perpustakaan itu sendiri.

Keterlambatan 150 tahun menjadikan pengembalian ini sangat luar biasa. Kalau dihitung berdasarkan denda perpustakaan standar, jumlah denda yang mungkin ditanggung bisa mencapai ratusan dolar, tetapi perpustakaan biasanya tidak menerapkan denda untuk kasus yang sangat bersejarah. Pihak perpustakaan tentu lebih fokus pada upaya penyelamatan dan preservasi isi buku yang masih dapat dibaca.

Nilai Sejarah Buku Yunani Kuno

Buku-buku tentang peninggalan Yunani kuno memiliki arti penting dalam dunia akademis. Yunani dikenal sebagai sumber peradaban Barat, dengan kontribusi besar di bidang filsafat, matematika, seni, dan ilmu pengetahuan. Karya-karya yang ditulis pada masa lalu menjadi jembatan untuk memahami bagaimana pemikiran manusia berkembang dari zaman kuno hingga modern. Oleh karena itu, buku seperti ini selalu dianggap berharga, baik dari sisi ilmiah maupun historis.

Kehadiran buku tersebut di Australia, yang berjarak sangat jauh dari Yunani, menunjukkan bahwa minat terhadap budaya Yunani telah menjangkau berbagai belahan dunia. Pada abad ke-19, para ilmuwan dan kolektor sering membawa buku-buku seperti ini saat berlayar antar benua. Suatu ketika, seorang peminjam mungkin pernah membawanya, namun alasan keterlambatan ini tidak diketahui secara pasti.

Kondisi Buku dan Upaya Perawatan

Setelah terpapar air selama bertahun-tahun, buku ini memerlukan penanganan khusus. Kerusakan oleh air membuat kertas menjadi keriput, rapuh, dan rentan robek. Perpustakaan yang memiliki fasilitas konservasi biasanya akan membersihkan halaman secara hati-hati, mengeringkan, dan memperbaiki jilid yang longgar. Proses restorasi semacam ini membutuhkan keahlian dan kesabaran, namun sangat penting untuk memperpanjang umur buku.

Belum diketahui apakah Perpustakaan Kiama memiliki laboratorium konservasi sendiri atau akan mengirim buku tersebut ke lembaga lain. Namun, dengan statusnya sebagai buku bersejarah yang terlambat 150 tahun, besar kemungkinan buku ini akan mendapat perlakuan istimewa. Beberapa perpustakaan memajang buku-buku semacam itu di ruang khusus sebagai bagian dari pameran warisan.

Kisah-kisah Serupa di Dunia

Kasus buku yang dikembalikan setelah puluhan tahun bukanlah hal pertama di dunia. Dalam dunia perpustakaan, terdapat sejumlah cerita tentang pengembalian buku yang terlambat lebih dari satu abad. Namun, setiap kisah tetap memiliki keunikan tersendiri, termasuk cara buku itu ditemukan di balik dinding rumah.

Yang membuat kasus ini menarik adalah cara buku itu disembunyikan secara permanen di balik dinding. Entah disengaja atau tidak, peti teh yang disemen membuat buku tersebut terkubur selama 150 tahun hingga renovasi rumah mengungkapkannya kembali. Ini seperti sebuah kapsul waktu yang memberikan kejutan di masa kini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Pelajaran dari Keterlambatan Sejarah

Pengembalian buku ini juga menjadi pengingat bahwa perpustakaan adalah tempat menyimpan pengetahuan yang melintasi waktu. Meskipun telat, niat baik Ross Simmons untuk mengembalikan buku patut diapresiasi. Buku itu sekarang kembali menjadi milik publik, sehingga siapa pun dapat mengakses pengetahuan tentang Yunani kuno yang selama ini terpendam.

Bagi masyarakat Kiama, cerita ini tentu menjadi bahan perbincangan yang hangat. Momen ini mengajarkan bahwa nilai sebuah buku tidak pernah hilang meskipun usianya sudah tua. Dengan adanya buku ini, Perpustakaan Kiama tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga sejarah penemuan yang tidak akan terlupakan.