Alumnus IPDN Terpilih Jadi Orator Wisuda University of York
Alumnus IPDN Terpilih Jadi Orator Wisuda University of York

Muhammad Afandhy Angkotasan, alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia terpilih sebagai salah satu dari 18 student orator yang akan menyampaikan pidato pada upacara wisuda University of York, Inggris, yang berlangsung pada 17 Juli 2026.

Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan bagi pribadi Afandhy, tetapi juga bagi masyarakat Maluku dan segenap pelajar Indonesia. Ia berhasil menembus seleksi ketat yang diselenggarakan oleh universitas untuk memilih perwakilan mahasiswa yang dinilai mampu berbicara di depan publik dan mewakili aspirasi para wisudawan.

Dua Tahun Meraih Gelar MPA

Afandhy yang lahir dan besar di Pelauw, Maluku, menuntaskan studi magisternya di School for Business and Society University of York dalam waktu dua tahun, tepatnya dari tahun 2024 hingga 2026. Selama periode tersebut, ia mendalami bidang administrasi publik dan berhasil meraih gelar Master of Public Administration (MPA).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Program MPA yang ditempuhnya membekali Afandhy dengan pemahaman komprehensif tentang kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, dan administrasi organisasi. Sebagai alumnus IPDN, ia telah memiliki dasar kuat di bidang tersebut, sehingga mampu menyelesaikan studi dengan baik di lingkungan akademik internasional.

Seluruh biaya pendidikan selama menempuh studi di Inggris didanai melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). LPDP merupakan lembaga di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang fokus pada pengelolaan dana abadi pendidikan dan pemberian beasiswa bagi putra-putri terbaik bangsa.

Kehormatan Menjadi Student Orator

Posisi student orator merupakan peran penting dalam upacara wisuda di University of York. Seorang student orator bertugas menyampaikan pidato yang merepresentasikan pengalaman serta perasaan seluruh lulusan pada momen kelulusan. Pidato tersebut biasanya memuat refleksi perjalanan studi, ungkapan terima kasih kepada dosen dan keluarga, serta harapan untuk masa depan.

Proses pemilihan student orator dilakukan secara selektif. Tidak semua mahasiswa dapat menduduki posisi ini; mereka harus melewati audisi dan penilaian dari pihak universitas. Terpilihnya Afandhy sebagai salah satu dari 18 orator menunjukkan bahwa kemampuannya berkomunikasi dan mewakili suara mahasiswa diakui secara internasional.

Pada upacara wisuda yang digelar 17 Juli 2026, Afandhy akan berdiri di hadapan para akademisi, mahasiswa, dan tamu undangan. Momen ini menjadi kesempatan baginya untuk memperkenalkan identitas Indonesia di forum global.

Dampak bagi Pendidikan dan Alumni IPDN

Keberhasilan Afandhy ini memberikan pesan kuat bahwa lulusan IPDN tidak hanya siap menjadi aparatur sipil negara yang kompeten, tetapi juga mampu berprestasi di dunia akademik internasional. Hal ini sejalan dengan semangat IPDN untuk menghasilkan pemimpin pemerintahan yang visioner.

Lebih luas lagi, prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa beasiswa LPDP memiliki andil besar dalam menciptakan generasi unggul Indonesia. Dengan adanya dukungan pendanaan dari pemerintah, mahasiswa Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas di luar negeri dan membawa pulang pengetahuan untuk membangun negeri.

Masyarakat Indonesia, khususnya komunitas Maluku dan IPDN, patut berbangga atas capaian Muhammad Afandhy Angkotasan. Ia bukan hanya seorang pelajar berprestasi, tetapi juga duta Indonesia yang menunjukkan bahwa kemampuan anak bangsa tidak kalah dengan mahasiswa dari negara lain.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah Afandhy merupakan contoh nyata bahwa dengan tekad dan kerja keras, keterbatasan bukanlah halangan. Berangkat dari daerah, ia berhasil menempuh pendidikan di universitas bergengsi di Inggris dan mendapatkan kepercayaan besar sebagai student orator.

Bagi para pelajar Indonesia yang bercita-cita melanjutkan studi di luar negeri, perjalanan Afandhy dapat menjadi motivasi. Dukungan dari LPDP membuka akses bagi siapa saja yang memiliki potensi, terlepas dari latar belakang ekonomi dan geografis. Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa investasi pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga