UI Umumkan Mekanisme SNBP 2026: Nilai Rapor Jadi Penentu Utama
UI Umumkan Mekanisme SNBP 2026: Nilai Rapor Jadi Utama

UI Umumkan Mekanisme SNBP 2026: Nilai Rapor Jadi Penentu Utama

Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah secara resmi mengungkapkan mekanisme penilaian untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 di kampus yang dipimpinnya. Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah pernyataan yang diberikan di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada hari Sabtu tanggal 14 Februari 2026.

Perubahan Signifikan dalam Sistem Penilaian

Heri Hermansyah menjelaskan bahwa pada SNBP 2026, UI akan menerapkan pendekatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Nilai rapor siswa akan menjadi komponen penentu utama dalam proses seleksi, sementara Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan dialihfungsikan perannya.

"Nilai TKA itu menjadi validator. Menjadi validator. Validator itu artinya ini nilai rapor, ini ada nilai TKA," kata Heri dalam penjelasannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa TKA tidak lagi berperan sebagai faktor penilaian inti, melainkan sebagai alat untuk memvalidasi konsistensi dan keabsahan nilai rapor yang diajukan oleh calon mahasiswa.

Implikasi bagi Calon Mahasiswa

Perubahan mekanisme ini memiliki beberapa implikasi penting bagi para siswa yang berencana mendaftar ke UI melalui jalur SNBP pada tahun 2026:

  • Fokus pada prestasi akademik jangka panjang: Siswa perlu menjaga konsistensi nilai rapor mereka selama masa sekolah, karena ini akan menjadi kunci utama dalam seleksi.
  • Peran TKA yang terbatas: Tes Kemampuan Akademik akan digunakan hanya untuk memverifikasi bahwa nilai rapor yang dilaporkan sesuai dengan kemampuan akademik siswa, bukan sebagai penentu skor tambahan.
  • Transparansi proses: UI berupaya meningkatkan kejelasan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, dengan mengurangi kompleksitas penilaian.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih serius dalam mengejar prestasi akademik secara berkelanjutan, sekaligus menyederhanakan proses seleksi yang selama ini sering dianggap rumit oleh banyak pihak.